Candu Pernah Berjaya di Nusantara

opiumschuiver-op-java-1875

Seluk beluk sejarah tentang tanah air dari jaman pra dan kolonial telah ditulis oleh banyak sejarawan dunia. Tulisan terbaru kali ini diterbitkan oleh James R Rush yang menambah kekayaan referensi Indonesia tentang nusantara jaman dulu. Profesor dari Universitas Arizona, AS ini menulis dua buku tentang Jawa yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia yakni Jawa Tempo Doloe dan Candu Tempo Doloe.

Dalam diskusi di Jakarta Pusat kemarin (19/6), Rush di dalam bukanya menjelaskan bahwa candu pernah meraih kejayaan di Hindia Belanda yakni Indonesia selama 50 tahun lebih yakni dari tahun 1860 sampai 1910. Pada saat itu, menghisap candu adalah sebuah kebiasaan yang telah menjadi hal yang umum di Jawa. Jualbeli candu memiliki dampak yang besar dalam aspek politik dan ekonomi pada masa itu.

Karena saking banyaknya pengguna candu di Hindia Belanda saat itu, barang terlarang itu pun memberikan keuntungan yang besar untuk para pejabat pribumi dan pemerintah kolonial yang berkuasa di Indonesia saat itu.

“Selain diproduksi sendiri, saat itu candu juga sudah diimpor dari berbagai negara dan kemudian dijual secara terbuka dan dijual seluas – luasnya di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda yang tengah menjajah Indonesia saat itu,” ucap Rush.

Rush juga menjelaskan bagaimana cara kerja sistem pendistribusian candu selama tahun – tahun kejayaannya tersebut dengan cara mengukur pencapaian sosial, politik, dan ekonomi termasuk dampak – dampak mengerikan dari sistem monopoli dan perdagagan candu dalam masyarakat kolonial yang kebanyakan didominasi oleh Belanda.

Menurut Bondan Kanumoyoso, pengamat Budaya dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa menghisap candu menjadi trend atau gaya hidup saat itu. Tidak hanya orang kaya saja yang menghisap candu tetapi masyarakat kecil saat itu juga menghisap barang terlarang tersebut.

Bahkan, jumlah pengguna candu terbesar adalah masyarakat menengah ke bawah. Hal ini dianalogikan dengan para perokok yang kebanyakan merupakan masyarakat yang berpenghasilan minim.

“Kita bisa melihat jumlah perokok aktif yang terbesar adalah kuli bangunan, tukang becak, dan sebagainya. Jumlah ini lebih besar daripada orang kaya,” ucap Bondan.

Candu Pernah Berjaya di Nusantara was last modified: June 20th, 2013 by

Gallery of Candu Pernah Berjaya di Nusantara