Cara Marketing Secara Islami

Cara Marketing Secara Islami – Agama Islam merupakan ajaran yang sempurna dan menyeluruh sendi kehidupan manusia, ibadah, sosial, politik, ekonomi termasuk dalam cara berdagang dan marketing. Banyak para ahli marketing dunia mengambil nilai-nilai marketing dalam Islam. Lalu bagaimanakah cara marketing ala Rasulullah SAW. Berikut ini ada dua cara marketing ala Rasulullah sehingga beliau mampu menjadi pedagang yang sukses dimana dagangannya selalu laris manis dan menguntungkan serta beliau mampu menyebarkan agama Islam hingga ke seluruh dunia yaitu selalu menepati janji dan tidak pernah menipu pembelinya.

Cara Marketing Secara Islami

Cara Marketing Secara Islami


Selalu menepati janji
Rasulullah dikenal sebagai sosok al amin yang artinya dapat dipercaya. Jika beliau berjanji akan ditepati janjinya tersebut termasuk dalam ia berdagang. Kalau istilah dalam marketing disebut integritas. Seorang tenaga penjual yang baik tidak mudah mengobral janji jika tak sanggup menepatinya. Sebuah kata bijak mengatakan “Jangan pernah mudah kita berjanji jika ternyata kita tak dapat menepatinya.” Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Rasulullah SAW selalu menepati janjinya. Beliau selalu bertanggungjawab terhadap setiap transaksi penjualan yang dilaksanakan. Dan beliau selalu mengirimkan barang sesuai kualitas barang yang diminta pelanggan. Tenaga marketing yang handal dan bertahan lama adalah mereka yang selalu menepati janji mereka

Tak pernah menipu
Allah SWT mengharamkan jual beli dilakukan secara curang atau menipu. Rasulullah SAW tidak pernah menipu dalam menjual barang dagangannya. Kalau dalam istilah agama Islam dinamakan gharar. Apa untungnya menjual dengan menipu?! Hanya untung sementara atau sekali saja untung dengan makan barang haram, selanjutnya tidak ada lagi orang yeng membeli dari anda karena sikap anda yang tidak bisa dipercayai. Sedangkan bersikap jujur akan membawa keuntungan dalam jangka panjang dan berkah.

Contoh sikap menipu adalah mengatakan barang kualitasnya baik padahal ada yang cacat atau rusak. Selain itu termasuk dalam jual beli curang adalah mencampur barang yang kualitasnya buruk dengan barang yang kualitas baik untuk dijual sehingga konsumen tidak mengetahuinya, itu juga termasuk dalam penipuan penjualan. Oleh sebab itu, jika bisnis anda ingin langgeng dan menguntungkan maka jauhi jual beli dengan cara menipu seperti mengurangi timbangan, tidak adil dalam prosentase bagi hasil keuntungan dari kerjasama bisnis dan lain-lain. Seperti yang diperintahkan Nabi Syuaib kepada kaumnya,”Hai kaumku janganlah kalian mengurangi timbangan karena saya khawatir terhadap azab Allah yang akan kalian dapatkan di hari kiamat”.

Orang yang berlaku curang dalam menjual barang kepada orang berarti ia telah berbuat zalim kepada orang lain. Kegiatan jual beli curang dalam peribahasa dikatakan diibaratkan menjual kucing dalam karung.

Demikianlah yang bisa penulis sampaikan mengenai cara marketing secara Islami yakni selalu menepati janji dan tidak menipu. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca dalam mengetahui etika berbisnis maupun marketing secara islami. Salam sukses!

Baca juga : Jurus Jitu Marketing Ala Tung Desem Waringin

Cara Marketing Secara Islami was last modified: January 31st, 2015 by

Gallery of Cara Marketing Secara Islami

Cara Marketing Secara Islami