Hebohnya Gratifikasi

gratifikasiBelakangan ini sering sekali kita mendengar berita-berita yang mengangkat tema mengenai gratifikasi baik itu di acara televisi, media cetak, atau media sosial. Sebagai contoh hadiah gitar Bass grup band Metallica yang didapatkan Jokowi Gubernur DKI Jakarta saat menyaksikan konser sebuah band internasional dinyatakan KPK sebagai barang gratifikasi, sebelumnya yang paling heboh saat Ahmad Fathanah yang berasal dari partai PKS diduga mendapatkan gratifikasi seks seorang mahasiswi cantik bernama Maharani. Dan terakhir yang masih sangat hangat Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono dan Istrinya Ani Yudoyono yang mendapatkan 2 buah jersey Real Madrid dari CR7 juga ikut merasakan hebohnya gratifikasi.

Lalu apa sih sebenarnya arti dari gratifikasi sendiri? Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001 adalahPemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik diterima di dalam negeri maupun di luar negeri, dan dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik ataupun tanpa sarana elektronik.

Gratifikasi merupakan istilah populer dalam kamus hukum. Gratifikasi digunakan oleh penegak hukum untuk menindak seseorang yang melakukan tindakan suap. Tentu saja hal ini membuat sebagian orang kebingungan mengenai makna dari gratifikasi sendiri. Apa bedanya hadiah biasa dengan gratifikasi? Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari pun mudah saja ditemukan masalah-masalah gratifikasi ini hanya saja pemberitaan semacam ini baru mulai heboh beberapa waktu yang lalu. Beberapa contoh gratifikasi yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Cinderamata bagi guru (PNS) setelah pembagian rapor/kelulusan.
  • Pungutan liar di jalan raya dan tidak disertai tanda bukti dengan tujuan sumbangan tidak jelas, oknum yang terlibat bisa jadi dari petugas kepolisian (polisi lalu lintas), retribusi (dinas pendapatan daerah), LLAJR dan masyarakat (preman). Penyediaan biaya tambahan (fee) 10-20 persen dari nilai proyek.
  • Uang retribusi untuk masuk pelabuhan tanpa tiket yang dilakukan oleh Instansi Pelabuhan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendapatan Daerah.
  • Parsel ponsel canggih keluaran terbaru dari pengusaha ke pejabat.
  • Perjalanan wisata bagi bupati menjelang akhir jabatan.
  • Hadiah pernikahan untuk keluarga PNS yang melewati batas kewajaran.
  • Pengurusan KTP/SIM/Paspor yang “dipercepat” dengan uang tambahan.
  • Mensponsori konferensi internasional tanpa menyebutkan biaya perjalanan yang transparan dan kegunaannya, adanya penerimaan ganda, dengan jumlah tidak masuk akal.
  • Pengurusan izin yang dipersulit.

Lalu bagaimana dengan gitar bass Jokowi, wanita-wanita Ahmad Fathanah dan Jersey SBY? Mari kita bahas satu per satu. Mengenai gitar bass milik group metalicca yang diterima oleh Jokowi KPK memastikan bahwa gitar bass tersebut memang barang gratifikasi karena yang memberikan gitar tersebut adalah promotor atau panitia penyelenggara bukan langsung dari gitarisnya. Sehingga dikhawatirkan pemberian gitar tersebut dimaksudkan untuk mempermudah sang promotor jika ingin mengadakan acara yang sama di Indonesia.

Mengenai kasus Ahmad Fathonah KPK masih menyelidiki kebenaran dugaan mengenai gratifikasi seks terhadap Maharani karena Maharani sendiri membantah dirinya dijadikan gratifikasi seks Ahmad Fathanah.

Sedangkan mengenai Jersey yang diterima SBY langsung dari CR7 murni sebuah cindera mata karena faktanya CR7 tidak memiliki kepentingan khusus di Indonesia lalu apa gunanya memberikan barang gratifikasi yang harganya saja tidak mencapai satu juta rupiah.

 

Hebohnya Gratifikasi was last modified: June 27th, 2013 by

Gallery of Hebohnya Gratifikasi