Hukuman Mati Bagi Koruptor, Pantaskah?

Hukuman Mati Bagi Koruptor, Pantaskah? Hampir setiap hari kita mendengar adanya berita kasus korupsi di televisi. Seakan kasus ini sudah menjadi berita “wajib” bagi masyarakat. Berbagai macam kasus dan model korupsi semakin lama semakin marak saja. Apakah di negri ini sudah tidak ada orang baik? Rasanya tidak juga. Hanya saja persentasenya memang lebih sedikit. Melihat kasus korupsi yang semakin hari semakin bervariasi, maka muncul sebuah penyataan bahwa hukuman yang pantas bagi korupsi adalah sebuah hukuman mati. Bagaiman pandangan tokoh poltik negeri ini?

Di dalam sebuah acara dialog yang diselenggarakan di Kampus UIN Suska, Sabtu (14/12), Anis Matta, Presiden PKS mengetakan bahwa dia tidak setuju dengan hukuman mati yang diberlakukan kepada para koruptor, karena menurut beliau nyawa itu lebih penting dibandingkan dengan harta. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa tidak adanya sebuah dalil di dalam sebuah agama yang yang mengharuskan memberikan hukuman mati bagi para penjahat berdasi itu.

Beliau menentang dengan keras dengan wacana terkait hukuman mati yang diperuntukkan bagi para pelaku koruptor negeri ini. Menurut beliau, hukuman mati di negeri Indonesia ini belum dapat dikategorikan ke dalam sesuatu hukum yang dapat diterima oleh akal dan pikiran masyarakat. Sehingga beliau mengatakan akan menolak dengan tegas jikalau nantinya akan diberlakukan hukuman mati bagi para pejabat yang melakukan korupsi.

Menurut Presiden PKS ini, adanya sebuah wacana berupa hukuman mati untuk koruptor ini adalah bukan sebuah solusi dari masalah yang ada, namun lebih kepada tendensius popularitas beberapa kalangan saja.

Hal yang senada juga disampaiakn oleh Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina. Beliau juga tidak sepakat ketika ada wacana hukuman mati bagi para pelaku koruptor di negeri ini. Karena menurut beliau, hukuman mati kepada para kotuptor tidak memberikan ruang sedikitpun bagi para pelaku korupsi untuk berusaha memperbaiki diri. Tidak ada ruang kekeliruan, dan tidak ada ruang untuk pembuktian jika memang yang bersangktukan tidak terbukti korupsi.

Ia mengkhawatirkan, jika seorang yang dituduh korupsi tersebut sudah di hukum mati, dan di kemudian hari terbukti bahwa ternyata dia tidak melakukan tindak kejahatan korupsi tersebut, lalu siapa yang harus bertanggungjawab?

Fenomena korupsi yang sepertinya sudah tidak terbendung lagi di negeri kita ini sudah merugikan masyarakat dengan kerugian yang luar biasa banyak. Dua orang tokoh negeri ini sudah memberikan pandangan mereka terkait hukuman mati bagi koruptor di negeri ini. Lalu, bagaimana dengan pendapat anda?

Hukuman Mati Bagi Koruptor, Pantaskah? was last modified: December 28th, 2016 by

Gallery of Hukuman Mati Bagi Koruptor, Pantaskah?

tags: