Indonesia Mengajar Terbuka Untuk Berbagai Resep

Print

Indonesia Mengajar menyatakan bahwa mereka terbuka untuk siapa saja yang ingin menjalankan gerakan serupa di daerahnya masing-masing. Bahkan, mereka juga siap untuk berbagi “resep” jika ada kegiatan serupa yang ingin dikembangkan.

Anies Baswedan, Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar mengatakan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap gerakan-gerakan sejenis yang ingin dikembangkan di daerah atau komunitas.

“Sekarang kami terbuka pada siapa saja yang ingin meniru gerakan ini. Yang ingin belajar bagaimana keuangannya, metodenya, manajemennya, trainingnya, semuanya boleh dipelajari agar gerakan ini terus menular,” ucap Anies dalam talkshow “Membangun Future Leaders Indonesia melalui Pendidikan” setelah acara penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia Mengajar dan Kompas Gramedia di Hotel Santika pada Kamis (30/5).

Rektor dari Universitas Paramadina ini juga mengaku telah mengetahui adanya sejumlah gerakan serupa di tingkat kampus bahkan di tingkat kabupaten diantaranya adalah IPB Mengajar yang dikembangkann oleh mahasiswa Institur Pertanian Bogor dan ada pula UGM Mengajar yang dilakukan di Yogyakarta.

Anies menyambut baik kemunculkan gerakan-gerakan tersebut karena hal ini akan memberikan dampak baik yang lebih cepat di dunia pendidikan. “Saya tahu ada IPB Mengajar, UGM Mengajar, ITB Mengajar, UI Mengajar, dan sekarang ada LSPR. Tidak penting namanya apa atau siapa yang mulai duluan, yang terpenting adalah semuanya turun tangan. Datang saja ke Indonesia Mengajar dan kita siap untuk berbagai,” tegasnya.

Akan tetapi, untuk tetap menjaga gerakan agar tetap pada jalurnya, yaitu ketulusan, Anies menyarankan agar tetap menyelenggarakan gerakan berbasis pada relawan. “Kami selalu menyarankan, gerakan seperti ini adalah untuk sukarelawan. Jangan mewajibkan karena sukarelawan datang karena panggilan hati. Mereka yang datang dengan hati hasilnya luar biasa,” ucap Anies.

“Saya selalu menekankan pada para pendidik muda, Anda tidak dibayar bukan karena tidak bernilai tetapi karena Anda tidak ternilai. Gerakan ini jangan diwajibkan karena ketika diwajibkan insentifnya adalah lebih bangga jika berhasil menghindar. Jika memang bersedia, jadikan ini menjadi sesuatu yang terhormat,”lanjutnya.

Anies juga menyarankan agar tiap gerakan sebaiknya mencari partner yang sehati untuk mengelola gerakan tersebut karena ide tanpa partner yang sesuai hanya akan berjalan tertatih. Indonesia Mengajar dalam perjalannya memang menggandeng beberapa partner. Dari pemerintah, ia mengaku hanya meminta satu hal yaitu “restu”.

Indonesia Mengajar Terbuka Untuk Berbagai Resep was last modified: June 2nd, 2013 by

Gallery of Indonesia Mengajar Terbuka Untuk Berbagai Resep