Kejanggalan Tragedi Woolwich Attack Di London

woolwich attackPagi ini baru saja saya membaca sebuah berita di sebuah media elektronik yang menceritakan tentang “kasus pembantaian di London dua hari lalu (Rabu, 22 Mei 2012) adalah seorang muslim bernama Michael Adebolajo. Seorang Pemudia berusia 28 tahun. Sedangkan korbannya adalah tentara yang bernama Drummer Lee Rigby. Seorang tentara yang berusia 25 tahun ini berasal dari Machester.” Berita tersebut ditulis oleh HL di sebuah web ternama.

Sejenak jika diamati maka kita dapat menyimpulkan bahwa berita tersebut memaparkan tentang kasus pembantai seorang tentara Inggris bernama Drummer Lee Rigby oleh seorang muslim bernama Michael Adebolajo tepatnya di daerah Woolwich, Inggris. Mungkin jika hanya dibaca sekilas kita tidak akan menemukan kejanggalan pada kasus tersebut. Mungkin juga kita hanya akan berpikir jika kasus tersebut merupakan sebuah kasus pembunuhan biasa. Namun jika kita sejenak membacanya dengan lebih teliti penulis berita tersebut menyebutkan frasa “seorang muslim” pada orang yang disebutkan sebagai pembunuh.

Frasa tersebut cukup mengusik naluri saya yang notabene juga seorang muslim. Mengapa harus menyebutkan “seorang muslim” pada pemberitaan tersebut? Padahal sebelumnya banyak kasus pembunuhan sejenis yang dilakukan oleh orang-orang non-muslim tapi tampaknya jarang sekali ada yang mencantumkan sebutan seperti “seorang yahudi” atau “seorang nasrani” kepada sang pembunuh.

Jelas, pemberitaan ini cenderung bersifat provokatif dan kemungkinan besar merupakan kasus yang berlatar belakang agama sebagai akar masalahnnya. Pemberitaan seperti ini terkesan sangat merendahkan islam. Mengapa demikian? Karena memang faktanya kasus pembunuhan seperti ini sudah sering terjadi diseluruh belahan dunia namun jarang sekali ada yang mengekpos hingga sedetil ini. Saya jadi menduga-duga apakah pemberitaan ini disebarkan untuk memupuk benih kebencian para penganut agama non-muslim kepada agama islam? Tentu saja pemberitaan seperti ini mencoreng nama baik agama islam dan umat muslim sebagai penganutnya.

Marilah kita tengok kejadian pembantaian umat muslim di Rohingnya, pembataian umat muslim di Poso, atau yang paling parah pembantaian umat muslim di palestina yang tidak hanya diterapkan kepada orang-orang dewasa saja bahkan wanita, anak-anak dan bayi tidak berdosa pun ikut dibantai disana. Lalu apakah media selalu menyebutkan agama sang pembunuh? jarang sekali bukan?

Seharusnya kasus seperti ini dijadikan sebuah kajian para pemimpin negara-negara besar di luar sana untuk lebih memperlakukan secara adil serta melindungi hak-hak warga negaranya walaupun mereka memiliki kepercayaan yang berbeda-beda bukan justru menyebarkan berita yang bersifat mengadu domba antar agama seperti yang ada pada pemberitaan tersebut.

Ada baiknya para penikmat berita harus lebih bijak dalam menilai sebuah berita. Jangan terlalu mudah larut dalam alur pemberitaan yang belum jelas fakta yang sesungguhnya.

Kejanggalan Tragedi Woolwich Attack Di London was last modified: May 26th, 2013 by

Gallery of Kejanggalan Tragedi Woolwich Attack Di London