Kerja Sama Pendidikan Yogyakarta dengan Beijing

Yogyakarta adalah sebuah kota yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” Di Indonesia. Tak ubahnya dengan Beijing, ia juga dikenal sebagai “Kota Pendidikan” Di Cina.

Yogyakarta adalah sebuah kota yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” Di Indonesia. Tak ubahnya dengan Beijing, ia juga dikenal sebagai “Kota Pendidikan” Di Cina.  Ada sekitar 10 perguruan tinggi yang berasal dari Beijing memperkenalkan keunggulan masing-masing perguruan tinggi untuk menarik minat warga Yogyakarta untuk belajar di negara tersebut. Pameran ini diselenggrakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu pada tanggal 17-18 Desember 2014 yang bertempat di Taman Pintar Yogyakarta. Jumlah para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Beijing semakin banyak dan terus bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini kurang lebih ada sekitar 9.000 mahasiswa Indonesaia yang sedang belajar di Kota Beijing. Melihat fenomena ini, Pemerintah Kota Yogyakarta ingin membuka sebuah peluang kemungkinan kerja sama untuk program beasiswa dengan pihak Pemerintah Kota Beijing. Untuk itulah pameran pendidikan ini digelar.  “Kami harap pameran jadi pintu untuk meningkatkan kerja sama dua pemerintah,” kata pejabat Komisi Pendidikan Beijing, Li Kai Fa, saat membuka pameran di Taman Pintar, Rabu, 18 Desember 2013. Tujuh dari sepuluh pergurunan tinggi yang menjadi peserta di dalam pameran pendidikan asal Beijing ini, adalah perguruan tinggi favorit yang memang sangat sering melakukan agenda program pertukaran pelajar dan juga mahasiswa. Beberapa perguruan tinggi itu adalah Beijing Information Technology College, Beijing Language and Culture University, dan Beijing Huiwen Middle School. Linda Le mengatakan bahwa kota Beijing masih merupakan kota yang menjadi cermin mutu pendidikan di negara Cina. Pernyataan ini dibuktikan dengan begitu pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pendidikan yang ada di Beijing yang saat ini sudah mempunyai sekitar 89 perguruan tinggi serta 631 sekolah menengh atas (SMA). Dan setiap tahun pasti ada program beasiswa yang jumlahnya ratusan yang ditawarkan, terutama bagi para siswa yang baru saja lulus dari SMA yang ingin belajar bahasa di Cina. Edy Heri Suasana yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta mengatakan bahwa pihaknya selama ini masih berkutat dalam menjalin kerjsa sama dengan beberapa negara seperti Malaysia, Asutralia, dan Singapura saja. Padahal di beberapa negara tersebut para pelajar yang berminat mengikuti program pertukaran pelajar tidak lah sedikit, sehingga perlu perujangan yang lebih keras dengan peluang yang sangat kecil karena harus saling berebut dengan yang lain. Ia juga menambahkan bahwa ia ingin dengan adanya pamaren pendidikan ini, minat belajar d luar negeri untuk para pelajar menjadi semakin beragam dan bisa melirik Kota Beijing.

Ada sekitar 10 perguruan tinggi yang berasal dari Beijing memperkenalkan keunggulan masing-masing perguruan tinggi untuk menarik minat warga Yogyakarta untuk belajar di negara tersebut. Pameran ini diselenggrakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu pada tanggal 17-18 Desember 2014 yang bertempat di Taman Pintar Yogyakarta.

Jumlah para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Beijing semakin banyak dan terus bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini kurang lebih ada sekitar 9.000 mahasiswa Indonesaia yang sedang belajar di Kota Beijing. Melihat fenomena ini, Pemerintah Kota Yogyakarta ingin membuka sebuah peluang kemungkinan kerja sama untuk program beasiswa dengan pihak Pemerintah Kota Beijing. Untuk itulah pameran pendidikan ini digelar.

“Kami harap pameran jadi pintu untuk meningkatkan kerja sama dua pemerintah,” kata pejabat Komisi Pendidikan Beijing, Li Kai Fa, saat membuka pameran di Taman Pintar, Rabu, 18 Desember 2013.

Tujuh dari sepuluh pergurunan tinggi yang menjadi peserta di dalam pameran pendidikan asal Beijing ini, adalah perguruan tinggi favorit yang memang sangat sering melakukan agenda program pertukaran pelajar dan juga mahasiswa. Beberapa perguruan tinggi itu adalah Beijing Information Technology College, Beijing Language and Culture University, dan Beijing Huiwen Middle School. Linda Le mengatakan bahwa kota Beijing masih merupakan kota yang menjadi cermin mutu pendidikan di negara Cina.

Pernyataan ini dibuktikan dengan begitu pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pendidikan yang ada di Beijing yang saat ini sudah mempunyai sekitar 89 perguruan tinggi serta 631 sekolah menengh atas (SMA). Dan setiap tahun pasti ada program beasiswa yang jumlahnya ratusan yang ditawarkan, terutama bagi para siswa yang baru saja lulus dari SMA yang ingin belajar bahasa di Cina.

Edy Heri Suasana yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta mengatakan bahwa pihaknya selama ini masih berkutat dalam menjalin kerjsa sama dengan beberapa negara seperti Malaysia, Asutralia, dan Singapura saja. Padahal di beberapa negara tersebut para pelajar yang berminat mengikuti program pertukaran pelajar tidak lah sedikit, sehingga perlu perujangan yang lebih keras dengan peluang yang sangat kecil karena harus saling berebut dengan yang lain.

Ia juga menambahkan bahwa ia ingin dengan adanya pamaren pendidikan ini, minat belajar d luar negeri untuk para pelajar menjadi semakin beragam dan bisa melirik Kota Beijing.

Kerja Sama Pendidikan Yogyakarta dengan Beijing was last modified: December 28th, 2016 by

Gallery of Kerja Sama Pendidikan Yogyakarta dengan Beijing