winner gelumbang
Menu Click to open Menus
Home » Pendidikan » Kurikulum 2013: Solusi Untuk Mengatasi Krisis Karakter di Indonesia

Kurikulum 2013: Solusi Untuk Mengatasi Krisis Karakter di Indonesia

(3520 Views) May 21, 2013 11:28 pm | Published by | No comment

pendidikan karakter

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa dasar dari pengembangan kurikulum baru (Kurikulum 2013) adalah untuk membangun pendidikan karakter pada anak – anak bangsa. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pengembangkan karakter disamping ketrampilan dan kemampuan kognitif karena Indonesia saat ini sedang mengalami krisis karakter yang diperlihatkan dari banyaknya korupsi, tindak kejahatan terjadi dimana – mana, dan mudahnya anak – anak bangsa menerima kebudayaan dari negara lain tanpa menyaringnya apakah kebudayaan itu baik atau buruk untuk diri mereka.

Menurut Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dari Kemendikbud ada tiga nilai utama yang akan dikembangkan dalam kurikulum 2013. Pertama adalah menghormati kembali norma – norma yang menjadi budaya bangsa diantaranya adalah pembangunan karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Hal yang kedua adalah menumbuhkan nilai – nilai keilmuan. Dalam hal ini pemerintah berupaya untuk menumbuhkan semangat berinovasi, mencari ilmu, dan berkreasi pada para siswa. Hal yang ketiga adalah menumbuhkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air, termasuk didalamnya menghargai kebudayaan dan karya bangsa.

Hamid juga meminta agar para pendidik atau guru tidak perlu khawatir dengan kehadiran kurikulum 2013 karena Kemendikbud akan melatih semua guru dan pengawas dalam penerapan kurikulum baru ini.  Pelatihan tersebut juga akan memberikan pendampingan dalam pelaksanaannya. Selanjutnya, kurikulum baru ini juga disusun untuk meningkatkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri.

Hal tersebut natinya akan memasukkan kembali mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang dulu sempat dihilangkan. Pelajaran ini akan masuk ke dalam pelajaran PPKn (Pendidikan Kewarganegaraan).

Dalam kurikulum 2013, empat pilar juga aka dimaksimalkan. Dalam semua mata pelajaran yang akan diberikan akan ditambah dengan penanaman nilai kebangsaan, terutama untuk pelajaran sejarah dan Bahasa Indonesia. Dengan adanya hal ini, diharapkan anak – anak Indonesia nanti bangga memiliki bahasa Indonesia yang saat ini telah digunakan oleh hampir 300 juta penduduk Indonesia, Malaysia, dan beberapa wilayah selatan Thailand.

Dalam kurikulum 2013, proses pembelajarannya akan memberi kesempatan pada siswa untuk mengobservasi, menganalisis, mempertanyakan, dan mengkomunikasikan pengetahuan. Sedangkan untuk proses penilaiannya, kurikulum 2013 tidak hanya ditentukan oleh hasil tes saja tetapi menggunakan penilaian portofolio.


Kata kunci mesin pencari:

pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 (27), karakteristik kurikulum 2013 (27), krisis karakter bangsa (22), sejarah kurikulum 2013 (19), Kurikulum 2013 sebagai solusi pendidikan karakter (14), sejarah kurikulum di indonesia (13), kurikulum sejarah 2013 (12), pendidikan karakter di indonesia (11), kurikulum di indonesia (10), krisis karakter (5), 

No comment for Kurikulum 2013: Solusi Untuk Mengatasi Krisis Karakter di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>