Manajemen Keuangan Dasar Bagi Bisnis Pemula

Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai 3 poin utama dalam pengelolaan manajemen bagi usaha kecil, maka kali ini saya akan melanjutkan informasi tersebut pada pembahasan yang lebih mendalam. Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai sistem manajemen keuangan sederhana bagi bisnis pemula.

manajemen keuangan dasar bagi bisnis pemula

Bisnis pemula biasanya masih dalam skala usaha kecil. Hal ini berarti usaha yang berjalan belum terlalu kompleks. Dengan begitu, maka Anda sebagai pengelola usaha tidak memerlukan sistem manajemen keuangan yang rumit.

Kadang karena begitu sederhananya, maka pengelola usaha cenderung mengabaikan kepentingan untuk mengadakan manajemen keuangan. Padahal manajemen keuangan memiliki sifat primer bagi sebuah usaha, sekecil apapun itu.

Manajemen keuangan akan membantu Anda mengelola keuangan usaha, mengatur dengan efektif penggunakan modal kerja, menentukan harga jual dengan tepat dan tentu saja untuk memberi dasar manajemen keuangan pada saat usaha Anda sudah berkembang.

Lalu apa saja yang harus ada pada sebuah manajemen keuangan dasar untuk bisnis pemula?

  1. Arus kas
    Pendataan dengan baik akan pemasukan dan pengeluaran akan sangat penting untuk memastikan kesesuaian kas yang ada dengan angka sebenarnya berdasar data. Arus kas juga berperan untuk memberi kontrol atas pengeluaran dan pemasukan kas.
  2. Penjualan dan piutang
    menjual tanpa Anda catat hanya akan membuka peluang terjadinya penyelewengan dan kekacauan dalam usaha. Karena berjualan jelas adalah salah satu motor utama usaha. Tanpa menjual, usaha tidak akan bergerak. Dan bila penjualan tidak terdata Anda bahkan tidak tau sejauh mana usaha Anda berjalan. Dan efeknya Anda juga tidak tau siapa-siapa saja yang belum membayar pembelian produk Anda alias data piutang, meski tidak semua piutang berasal dari penjualan.
  3. Pembelian dan hutang
    sama halnya dengan penjualan. Mencatatnya memiliki sifat wajib karena pembelian adalah cikal bakal dari penjualan. Apapun usaha Anda, baik usaha manufaktur, jasa atau retailer Anda tetap harus mencatat semua pembelian Anda. Anda tidak akan tau berapa yang harus Anda setorkan pada supplier Anda bila Anda tidak tau berapa pembelian Anda. Meski tidak semua hutang berasal dari pembelian
  4. Alokasi Modal Usaha
    Secara akuntansi pendataan ini mengarah pada neraca. Tapi jangan khawatir bila Anda tidak memiliki pemahaman yang cukupĀ  soal akuntansi. Karena pendataan dan pengelolaan atas alokasi modal usaha tidak harus serumit penyusunan neraca. Pada dasarnya Anda hanya harus memastikan modal yang Anda miliki + keuntungan usaha + hutang memiliki jumlah yang sama dengan total kepemilikan aset usaha, jumlah kas Anda dan sisa piutang.
  5. Biaya dan laba
    Target semua usaha adalah laba atau keuntungan. Dan untuk menghitung laba Anda perlu tau berapa biaya Anda. Jadi kedua poin ini sama pentingnya dengan semua poin diatas. Pada tahap lanjut Anda perlu berhitung biaya khusus produksi dan biaya non produksi, kemudian menghitung laba kotor dan laba bersih.
  6. Anggaran dan control
    Ini dia salah satu tugas wajib manajemen keuangan, meski yang paling sederhana sekalipun. Tanpa anggaran Anda akan menjalankan usaha tanpa navigasi. Dan sumber untuk menyusun anggaran adalah semua data yang telah saya sebutkan diatas. Pada tahap berikutnya Anda perlu terus mengawasi jalannya keuangan usaha, baik penjualan, pembelian, pemasukan dan pengeluaran, biaya dan laba untuk memastikan sesuai dengan anggaran.
Manajemen Keuangan Dasar Bagi Bisnis Pemula was last modified: August 31st, 2013 by

Gallery of Manajemen Keuangan Dasar Bagi Bisnis Pemula