Marzuki Ali: Tidak Salah Jika DPR Jadi Lembaga Terkorup

070612-hl4Korupsi yang semakin marak di negeri ini sudah membuat sengsara banyak pihak, dan pihak yang palin sengsara akibat dari ulah para koruptor adalah rakyat jelata. Mereka mempercayakan suara mereka kepda DPR untuk membantu kepentingan rakyat, tetapi apa yang terjadi? Dalam dekade terakhir ini, justru lembaga yang mengusung atas nama rakyat ini adalah sarang dari para koruptor itu sendiri.

Adnan Pandu Paraja sebagai Wakil Ketua KPK memberikan sebuah pernyataan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah lembaga terkorup di negeri Indonesia ini. Mendengar pernyataan itu, Marzuki Ali selaku Ketua DPR RI juga tidak menyalahkan pernyataan tersebut.

“Tidak salah,” kata Marzuki ketika dikonfirmasi, Senin (16/12/2013).

Marzuki mengatakan bahwa pernyataan Adnan itu tidak salah. Hal ini bisa terjadi karena menurut apa yang disampaikan olehnya, bahwa KPK bekerja hanya menangkap para pelaku koruptor yang notabene anggota DPR yang jelas-jelas terlibat operasi tangkap tangan (OTT), padahal yang belum tertangkap tangan masih banyak dan berkeliaran. Ia menambahkan lagi bahwa kerja yang dilakukan KPK ini bukan lah menyelidiki berbagai macam kasus yang ada di negara Indonesia, padahal justru penyelidikan ini lah yang penting, jika memang mau membersihkan korupsi sampai ke akar-akarnya.

Seperti apa yang disampaikan oleh Adnan Pandu Praja sebagai Wakil Ketua KPK, bahwa negera Indonesia ini sangat unik, sebab lembaga DPR yang bekerja atas nama rakyat itu selama kurun empat tahun terakhir ini secara berturut-turut selalu menjadi sebuah lembaga terkorup di negara Indonesia ini.

“Khusus Indonesia empat tahun berturut-turut rangking teratas korupsi adalah DPR. Negara lain nggak ada. Jadi uniknya Indonesia itu. Di sini korupsi berjamaah. Cek pelawat misalnya. Bahkan ada yang ngajak istri dan anak. Anak ngajak bapaknya. Semuanya ada,” ujar Adnan saat Malam Penganugerahan bagi pemenang Festival Film Antikorupsi (Anti-Corruption Film Festival – ACFFest) 2013, di XXI Epicentrum, Jakarta, Sabtu (14/12/2013).

Lebih lanjut Adnan menjelaskan bahwa korupsi berjamaah yang dimaksud adalah hubungan gelap yang terjadi antara legislatif dan eksekutif. Kemudian ia menambahkan dan mengaitkan tentang draft Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang mana menyebutkan bahwa korupsi itu adalah kejahatan yang sama dengan pencurian dan pemerkosaan, bukan dikategorikan sebagai kejahatan yang luar biasa.

“Sehingga ancamannya pun biasa. Draftnya dari pemerintah. Kalau ini berhasil diketok palu DPR, Indonesia mundur sekian puluh tahun. Kembali ke jaman kegelapan. Mudah-mudahan tidak diketuk parlemen. Biasanya saat kita lengah, mau lebaran, Pemilu itu diketok palu,” ungkap Adnan.

Marzuki Ali: Tidak Salah Jika DPR Jadi Lembaga Terkorup was last modified: December 28th, 2016 by

Gallery of Marzuki Ali: Tidak Salah Jika DPR Jadi Lembaga Terkorup

tags: ,