Mengenal Metode Pendidikan Montessori

Bagi Anda yang tinggal di kota besar, mungin Anda pernah mendengar metode pendidikan Montessori yang mulai bermunculan di sekolah-sekolah swasta di Indonesia. Metode ini diyakini memberikan metode yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak secara natural sekaligus membangun kemandirian, kepekaan dan kematangan.

mengenal metode pendidikan montessori

Prinsip metode yang berasal dari seorang tokoh pendidik dari Italia, Maria  Montessori ini memanfaatkan kepekaan dan kematangan pada anak sekaligus membentuknya secara alami. Maria Montessori meyakini adanya masa peka pada setiap anak yang memberinya kemampuan untuk bersikap imulsif terhadap setiap stimulasi yang diberikan.

Kemampuan ini akan memberinya kematangan pad satu bidang yang menjadi minatnya, karena di sini anak diberi kebebasan dalam menyikapi sebuah stimulasi dan kebebasan untuk mengembangkannya. Kemandirian, kebebasan berbatas, pengembangan individu dan stimulasi paralel adalah dasar dari sekolah dengan metode Montessori.

Berikut ini adalah beberapa hal yang akan Anda dapatkan pada sistem Montessori ini.

  1. Anak usia 2 tahun akan dicampur dengan anak usia 6 tahun dalam 1 kelas. Prinsip di sini adalah anak yang lebih kecil akan melihat dan mengamati anak yang lebih besar menirunya dan memberikan sentuhan pribadinya.
  2. Tidak ada sistem tutorial sehingga anak tidak terpaku pada literatur atau teori, melainkan berdasar riset dan hasil pengamatan indera mereka.
  3. Kemandirian menjadi target utama, setiap anak akan mendapat perlakuan disiplin untuk melayani diri sendiri dan membantu temannya.
  4. Tidak ada sistem belajar kaku dengan ruangan kelas konvensional, karena kelas lebih mirip ruang aula dengan beragam fasilitas mulai dari permainan dan segala macam wahan dan bahan pembelajaran yang sesuai dengan usia anak.
  5. Metode belajar ada yang individu ada yang berkelompok, tetapi metode pembelajarannya tidak mengikat bahkan siswa bebas menentukan apa yang ingin dipelajari dan bagaimana mempelajarinya.
  6. Sistem waktu berjalan sangat ketat sehingga tidak ada istilah “ngaret”. Karena ini juga memberikan dasar “on time” pada anak.
  7. Guru bukan sebagai instruktur tapi sebagai rekan belajar yang akan memberikan informs seputar pembelajaran dan bahan-bahan berkaitan.
  8. Anak akan disalurkan sesuai dengan kemampuan, kelebihan dan bakat minatnya, jadi tidak ada pemaksaan dan penekanan akan prestasi atas semu bidang studi.
  9. Konflik antar anak akan diselesaikan dengan melibatkan anak sebagai subjek.

Cara ini dikenal mampu menelurkan hasil yang mampu bersaing dengan baik di dunia dewasa berkat istem yang memprioritaskan kemadirian dan kematangan ini. Tapi sayangnya metode ini sangat bertolak belakang dengan metode konvensional sehingga akan menyulitkan anak ketika mereka kembali ke bangku sekolah biasa.

Mengenal Metode Pendidikan Montessori was last modified: October 3rd, 2013 by

Gallery of Mengenal Metode Pendidikan Montessori