Merayakan Kelulusan Dengan Cara Positif

konvoi motorHari ini baru saja pengumuman kelulusan Ujian Nasional siswa/siswi sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejurusan resmi dikeluarkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya tradisi aksi corat-coret seragam dilanjutkan dengan aksi konvoi motor menjadi sebuah kebiasaan dikalangan para pelajar yang baru saja resmi melepas setatusnya sebagai anak sekolahan. Entah bagaimana mulanya sampai tradisi ini menjadi sebuah kebiasaan turun temurun. Namun tradisi yang satu ini masih sangat populer hingga saat ini.

Tradisi ini sepatutnya tidak lagi dilestarikan karena hanya mencerminkan sifat generasi muda kita yang senang berhura-hura dan tidak mempedulikan lingkungan sekitar. Aksi konvoi seperti ini pasti sangat mengganggu pengguna jalan yang lain. Belum lagi jika mereka sampai melakukan corat-coret terhadap barang-barang milik orang lain, tuntu hal ini akan sangat merugikan orang-orang yang ada disekitar mereka.

Selain itu tradisi corat-coret seragam, seharusnya seragam-seragam tersebut bisa diberikan kepada adik kelas atau disumbangkan kepada orang-orang yang tidak mampu kenapa harus dicoret-coret hingga tidak jelas lagi bentuk rupanya. Tindakan seperti ini menunjukan sifat generasi muda yang senang hura-hura.

Jika tradisi corat-coret seragam dan konvoi motor ini dianggap sebagai sarana pengekspresian atas kesenangan setelah mendapatkan sebuah kelulusan, maka tradisi seperti ini hanya merupakan suatu tindakan yang sia-sia dan tidak memilik guna sama sekali.  Cara para pelajar ini dalam mengekspresikan perasaan senangnya tampaknya terlihat terlalu berlebihan.

Sebenarnya banyak cara lain yang bisa digunakan para pelajar untuk mengekspresikan rasa syukurnya melalui cara-cara yang tentu saja lebih positif dibandingkan harus mencorat-coret seragam atau berkonvoi ria di jalan raya. Sebagai contoh melakukan doa bersama atau mengadakan sholat berjamaah disekolah dalam rangka mengucapkan syukur kepada Tuhan Karena telah memberikan kelulusan kepada mereka. Bisa juga dengan membagi-bagikan sembako kepada orang-orang yang membutuhkan dalam rangka berbagi kesenangan atas kelulusan tersebut. Atau yang paling mudah mengadakan acara bakti sosial dengan mengumpulkan seragam-seragam layak pakai yang tidak lagi digunakan untuk diberikan kepada adik kelas atau kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sudah pasti hal-hal tersebut akan jauh lebih bermakna dibandingkan harus membudayakan tradisi corat-coret seragam atau konvoi motor yang tidak jelas apa manfaatnya.

Merayakan Kelulusan Dengan Cara Positif was last modified: May 24th, 2013 by

Gallery of Merayakan Kelulusan Dengan Cara Positif