Mitos Yang Salah Mengenai Puasa

puasaaMungkin sejak kecil kita sudah disuguhi berbagai macam mitos yang salah mengenai puasa yang kadang sampai tumbuh dewasa pun mitos tersebut masih saja melekat dalam ingatan kita. Saat kecil kita hanya menerima-menerima saja informasi yang masuk tanpa mengetahui kebenarannya namun saat ini sudah saatnya kita mengetahui fakta sebenarnya mengani puasa.

Beberapa mitos yang salah mengenai puasa yang biasa berkembang di masyarakat ialah sebagai berikut:

Menangis membatalkan puasa

Bisa jadi mitos ini mulai berkembang untuk menakut-nakuti anak-anak yang sedang belajar berpuasa. Misalnya sang anak terjatuh dan ingin menangis namun orang tuanya mengingatkan bahwa menangis akan membatalkan puasa sehingga sang anak tidak jadi menangis. Sebenarnya mitos ini tidak salah jika memang hanya digunakan untuk  memotivasi anak agar kuat berpuasa. Hanya saja akan menjadi salah jika mitos ini di bawa hingga dewasa karena faktanya yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu kedalam tubuh sedangkan menangis adalah mengeluarkan air mata. Jadi? Menangis tidak membatalkan puasa! Kecuali air mata yang keluar masuk kedalam mulut dan tertelan, itu lain cerita.

Marah membatalkan puasa

Ini juga mitos yang perlu dikaji terlebih dahulu karena faktanya bisa jadi iya dan tidak. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja namun juga menahan hawa napsu. Lalu apakah marah termasuk tidak bisa menahan hawa napsu? Yang harus diperhatikan adalah marah yang seperti apa dahulu, jika marah karena melihat seseorang melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan syariat agama tentu tidak membatalkan puasa asalkan masih tetap bisa mengendalikan diri. Yang membuat marah menjadi membatalkan puasa adalah ketika marah tidak dapat mengendalikan diri dan mengontrol diri sehingga melakukan suatu hal yang tidak baik seperti berkata-kata kotor, menyakiti, atau melukai orang lain.

Berbukalah dengan yang manis

Banyak sekali iklan yang menggunakan jargon “berbukalah dengan yang manis”.  Selain itu Rasullullah Saw juga menyarankan untuk mengawali buka puasa dengan memakan kurma sehingga banyak orang beranggapan bahwa berbuka memang seharusnya dengan bermacam-macam makanan manis. Selama berpuasa selain kekurangan cairan ternyata tubuh juga bisa kekurangan gula. Tentu saja ini fakta bukan mitos, apalagi gula adalah sumber utama pembuat energi. Sehingga ketika tubuh kekurangan gula maka gejala yang muncul adalah tubuh menjadi lemas. Tapi bukan berarti kita harus mengganti gula yang hilang dari dalam tubuh dengan mengkonsumsi banyak makanan manis sekaligus ketika berbuka. Penuhi kebutuhan gula secukupnya jangan berlebihan agar tubuh tidak kaget dengan perubahan secara mendadak.

Berpuasa bisa menyebabkan Maag kambuh

Perlu diketahui bahwa sebenarnya puasa dapat meringankan kerja lambung. Kenapa? Karena lambung digunakan sebagai tempat untuk mencerna makanan-makanan yang masuk setiap harinya terus menerus maka lambung pun perlu diistirahatkan agar kondisinya tetap baik dan awet. Nah, dengan puasa ini maka lambung diberikan waktu untuk beristirahat karena tidak adanya makanan atau minuman yang masuk kedalam lambung selama beberapa waktu. Nantinya lambung dapat bekerja kembali menjadi lebih baik setelah berpuasa. Tapi perlu diperhatikan untuk penderita maag berat lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Kentut didalam air membatalkan puasa

Ketut didalam air dikhawatirkan bisa membuat air masuk kedalam dubur yang menyebabkan puasa menjadi batal karena ada benda masuk kedalam tubuh. Namun perlu diperhatikan, dalam proses pengeluaran kentut yang terjadi adalah mengeluarkan gas bukan menyerap. Jadi?

Mitos Yang Salah Mengenai Puasa was last modified: July 5th, 2013 by

Gallery of Mitos Yang Salah Mengenai Puasa