Mudah Emosi Karena Kurang Tidur

marahMengapa orang yang kurang cenderung menjadi mudah emosi, marah dan lebih menyebalkan?

Sebuah penelitian yang di tulis di dalam Journal of Applied Social Psychology menyebutkan bahwa seseorang yang mengalami kurang tidur dapat berdampak pada kurangnya kemampuan dirinya untuk mengontrol diri dan berpikir jernih. Kurang tidur juga ternyata dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan tubuh dalam menghadapi stress.

Orang yang mengalami kurang tidur juga lebih rentan terhadap depresi. Karena kurangnya waktu istirahat mengakibatkan orang tersebut kesulitan dalam menilai mana yang benar dan mana yang salah.

Berkurangnya waktu tidur akan mengganggu proses berpikir dan mengingat seseorang. Hal inilah yang menyebabkan suasana hati menjadi kacau dan menjadi mudah tersinggung.

Seorang pakar tidur, Barry Krakow mengatakan saat tidur, tubuh sebenarnya sedang menabung energi. Pada level sel, terjadi proses perbaikan. Jika proses itu terganggu, kita tidak dapat melakukan hal yang kita inginkan, baik secara fisik maupun mental,

Sebuah penelitian lain menunjukan bahwa saat seseorang mengalami kurang tidur maka akan terjadi peningkatan aktivitas amigdala atau bagian dari otak yang mengatur emosi salah satunya rasa marah.

Kurang tidur dalam jangka panjang akan mengakibatkan kerja amigdala terganggu, Selain memicu munculnya emosi negatif, kurang tidur juga dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengendalikan perasaan buruknya. Alhasil yang terjadi adalah seseorang menjadi mudah emosi.

Akan lebih parah lagi jika kurang tidur terjadi pada anak-anak. Seorang anak yang mengalami kurang tidur atau kelelahan cenderung lebih suka mengamuk dibandingkan dengan anak yang waktu tidurnya tercukupi. Hal ini terjadi karena anak yang mengalami kurang tidur kontrol emosinya menjadi terganggu terhadap sifat emosi dan sifat impulsif.

 

 

Mudah Emosi Karena Kurang Tidur was last modified: August 3rd, 2013 by

Gallery of Mudah Emosi Karena Kurang Tidur