Nasib Si jenius Yang Terabaikan

olimpiadeSaat ini banyak generasi-generasi muda indonesia yang mampu membawa nama Indonesia ke kancah internasional melalui berbagai macam perlombaan. Banyak dari mereka yang memenangkan perlombaan bertaraf internasional seperti Olimpiade-olimpiade sains, fisika, matematika, komputer dll. Mereka berhasil mengalahkan para pesaing-pesaing lainnya yang berasal dari negara-negara lain. Mereka juga dengan bangga menyebutkan nama Indonesia di hadapan seluruh masyarakat dunia sebagai Negara asal mereka.

Anak-anak muda ini kualitasnya sudah diakui oleh dunia Internasional. Namun ternyata kebanyakan dari mereka masih sedikit yang mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia masih terlalu acuh terhadap mereka yang telah membantu mengharumkan nama Indonesia dihadapan bangsa lain.

Bahkan masih banyak kasus anak-anak jenius yang kesulitan mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan kuliah. Ini merupakan hal yang sungguh aneh jika anak dengan prestasi sebesar itu terpaksa harus tidak melanjutkan kuliah hanya karena masalah biaya bukan? Padahal sudah jelas mereka adalah aset bangsa yang suatu saat nanti akan membantu mengembangkan Indonesia menjadi lebih baik.

Kesempatan ini tentu saja tidak akan dilewatkan begitu saja oleh pihak negara lain yang mengetahui potensi besar yang ada pada anak-anak Indonesia. Singapura merupakan salah satu negara yang paling aktif memberikan penawaran beasiswa kepada anak-anak berprestasi di Indonesia. Mereka tidak ragu untuk memberikan penawaran yang tinggi berupa beasiswa penuh beserta pemenuhan biaya hidup selama belajar di sana kepada lulusan-lusan SMA berprestasi dari Indonesia yang mau melanjutkan kuliah di Singapura. Walaupun memang ada syarat yang diberikan pemerintah Singapura kepada calon penerima biasiswa berupa pengabdian selama tiga tahun di Singapura setelah berhasil menyelesaikan studinya.  Namun penawaran ini pasti lebih menggiurkan dibandingkan harus menunggu gerakan pemerintah Indonesia yang tidak memberikan kepastian kepada mereka.

Contoh lain yang paling nyata adalah Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, salah satu professor kebanggaan Indonesia, B.J. Habibie memutuskan untuk mengabdi pada negara Jerman karena merasa kerja kerasnya di Indonesia kurang dihargai.

Banyak putra putri kebanggaan Indonesia yang pada akhirnya memilih untuk mengabdi kepada bangsa lain yang lebih memberikan apresiasi kepada bakat yang dimilikinya dibandingkan tetap bertahan di Indonesia namun pada akhirnya malah membuat mereka menjadi lebih terpuruk dan tidak dapat berkembang.

Lalu bagaimana tanggapan pemerintah Indonesia terhadap masalah tersebut? Sudah seharusnya pemerintah lebih bisa menghargai serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemuda-pemudi bangsa indonesia yang memiliki potensi besar seperti mere. Agar mereka tetap dapat berkembang di negaranya sendiri serta dapat membantu membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Nasib Si jenius Yang Terabaikan was last modified: May 21st, 2013 by

Gallery of Nasib Si jenius Yang Terabaikan