Pemerintah Berjanji Lebih Selektif Memilih Percetakan Untuk Buku Pelajaran Kurikulum 2013

Pemerintah Berjanji Lebih Selektif Memilih Percetakan Untuk Buku Pelajaran Kurikulum 2013

Banyak pihak saat ini mengkhawatirkan jika masalah pencetakan naskah UN (Ujian Nasional) terulang lagi dalam pencetakan buku – buku pelajaran untuk Kurikulum 2013. Namun, pihak Kementrian dan Kebudayaan sendiri telah menjamin bahwa percetakan – percetakan yang bermasalah tidak akan diikutkan lelang pencetakan buku kali ini.

M. Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa perusahaan percetakan naskah ujian nasional yang bermasalah pada ujian nasional kemarin tidak akan boleh ikut dalam lelang kali ini. Hal ini juga diperkuat dengan peraturan perundang-undangan yang mengatakan bahwa lelang hanya boleh diikuti oleh perusahaan yang memiliki reputasi dan rekam jejak yang baik.

“Tentu saja mereka tidak boleh lagi mengikuti lelang pencetakan buku kali ini. Kami berusaha untuk lebih hari – hati lagi dalam menentukan percetakan mana,” ucap Nuh saat ditemui di Kemdikbud, Jakarta Rabu (29/5)

Mendikbud juga mengelaskan bahwa dalam lelang percetakan buku kali ini sudah ada 20 paket buku yang siap untuk dilelang. Jangka waktu yang diberikan untuk percetakan juga akan berlangsung cukup singkat yaitu hanya sekitar satu bulan mengingat buku – buku ini sudah harus dapat digunakan pada tanggal 15 Juli untuk penerapan kurikulum yang baru. Apalagi, buku-buku tersebut juga harus sudah didistribusikan sebelum tanggal 14 Juli agar sekolah tidak menerima keterlambatan kedatangan buku tersebut.

“Tanggal 14 Juli buku – buku pasti sudah sampai di daerah maupun sekolah sehingga saat tahun ajaran baru tiba, buku baru tersebut bisa langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” jelas Nuh.

Nuh juga menjelaskan bahwa pencetakan buku-buku pelajaran ini tidak serumit seperti saat mencetak naskah Ujian Nasional yang bersifatr rahasia. Selain itu, pencetakan juga dapat langsung dilakukan dalam jumlah besar karena tidak ada kode yang berbeda seperti pada naskah ujian nasional yang mencapai 20 variasi kode soal.

Berdasarkan informasi terbaru, jumlah buku-buku pelajaran yang dicetak menurun dari perkiraan sebelumnya karena jumlah sekolah yang akan menjadi sasaran untuk penerapan kurikulum baru ini juga menurun. Kemendikbud telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 172 milyar untuk mencetak 9.767.280 eksemplar buku-buku pelajaran.

Pemerintah Berjanji Lebih Selektif Memilih Percetakan Untuk Buku Pelajaran Kurikulum 2013 was last modified: May 29th, 2013 by

Gallery of Pemerintah Berjanji Lebih Selektif Memilih Percetakan Untuk Buku Pelajaran Kurikulum 2013