Pendidikan Indonesia Sedang Sakit?

Pendidikan adalah sebuah unsur penting yang ada di dalam suatu negara. Keberhasilan sebuah sistem pendidikan tidak hanya ditentukan dari sebuah sistem yang bagus saja, akan tetapi juga perlu ditunjang para orang-oarang yang notabene adalah praktisi pendidikan itu sendiri. Sehingga antara sistem dengan aplikasi bisa berjalan beriringan.

Pendidikan Indonesia Sedang Sakit?

Ketika melihat negeri ini, Indonesia, maka problem pendidikan yang utama bukanlah soal konsep pendidikan atau filosofi dari pendidkan itu sendiri, karena secara paradigmatik konsep pendidikan Indonesia sudah berada di rel yang benar. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah orang-rang yang ada di dalamnya, orang-orang yang mempraktekkan sistem pendidikan itu sendiri. Mereka ini yang belum beres. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr Hartono MPd, yang merupakan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam acara Refleksi Akhir Tahun FKIP UMM, Kamis (12/12)

Acara yang berlangsung di Gedung Aula Badan Administrasi Umum (BAU) UMM ini juga dihadiri oleh oleh Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr I Nyoman S Degeng. Beliau mengatakan memang pendidikan negeri Indonesia sedang mengalami krisis, yang menyebabkan adanya rasa saling tidak percaya. Masalah pendidikan Indonesia adalah masalah normatif, masalah kejiwaan, sehingga beliau mengatakan bahwa pendidikan Indonesia sedang mengalami sakit jiwa.

Beliau mengatakan bahwa sistem kebiasaan yang ada di dalam kegiatan pembelajaran di negeri ini adalah sistem saling curiga, mencari sebuah kesalahan, bukannya mencari sebuah kebenaran. Misalnya adalah, ketika seorang guru sedang mengoreksi tugas atau pekerjaan siswa didiknya, apa yang mereka cari? Yang mereka cari adalah kesalahan yang ada di dalam tugas tersebut.

Sehingga pola ini menyebabkan pembentukan paradigma pendidikan yang keliru, sehingga yg muncul adalah rasa saling curiga yang timbul di setiap sendi kehidupan kita. Guru curiga kepada siswanya, atasan curiga kepada karyawannya, orang tua curiga kepada anaknya, dan lain sebagainya. ”Itu gara-gara guru terbiasa ngajari siswa jadi sosok penuh curiga,” tukasnya di dalam sebuah siaran pers. Kemudian I Nyoman mencontohkan sebuah negara yang memilik sisitem pendidikan paling baik di dunia saat ini, Finlandia. Ia mengatakan bahwa di negara itu, interaksi yang terjadi antar individu selalu dilandasi dengan rasa saling percaya.

Yang menjadi masalah lain bagi pendidikan bangsa ini adalah fenomena perasaan yang mudah bimbang, mudah khawatir, dan juga tidak sabar. Sehingga hampir setiap tahun,kurikulum indonesia selalu berganti-ganti, merasa sistem yang lalu kurang memuaskan dan sebagainya. Padahal sebuah sisitem perlu adanya sebuah adaptasi dari para orang-orang yang ada di dalamnya agar bisa lebih diaplikasikan secara matang. Dan setiap perpindahan kurikulum yang ada, sangat terasa grusah-grusuh atau tergesa-gesa. Padahal filosofi pendidkan bangsa ini, sudah sangat bagus, dan akan menjadi lebih bagus apabila jiwa-jiwa orang yang ada di dalamnya tidak sakit jiwa.

Pendidikan Indonesia Sedang Sakit? was last modified: December 28th, 2016 by

Gallery of Pendidikan Indonesia Sedang Sakit?