Peraih UN IPA Terbaik Terpaksa Menjadi Buruh

Metta-Andriani

Seorang pelajar yang meraih nilai ujian nasional tertinggi pada mata pelajaran IPA se-Kabupaten Tulungagung terpaksa bekerja membanting tulang sebagai bruh di sebuah toko pakan ternak di Tulungagung, Jawa Timur.

Metta Andriani bekerja menjadi buruh di toko pakan ternak karena ia ingin membantu menopang perekonomian keluarganya. Metta sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun apa daya karena saat ini masih terhambat oleh tidak adanya biaya untuk membayar kuliah.

Di toko pakan ternak yang berada di Jl. Raya Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung inilah, ia menggantungkan nasibnya. Gadis muda dan pintar yang masih berusia 18 tahun dan meraih nilai ujian nasional terbaik ini setiap harinya harus selalu bergelut dengan pakan ternak agar kebutuhan perekonomian keluarganya terpenuhi.

Metta adalah putri pertama dari pasangan Santosa dan Emi Supangatin. Mereka tinggal di Desa Ngujang, Kedungwaru Tulungagung. Metta meraih nilai ujian nasional di bidang IPA sebesar 56,45 yang menjadikannya sebagai siswa terbaik di Tulungagung.

Metta bercita – cita untuk menjadi guru matematika. Namun hasratnya itu sementara harus tertunda karena belum memiliki biaya untuk kuliah. Walaupun demikian, Metta tetap mencoba peruntungannya dengan mengikuti tes SNMPTN. Ia sangat berharap namanya bisa masuk ke dalam daftar peserta yang lolos seleksi, apalagi jika ada pihak yang bersedia membantu membiayai pendidikannya.

Dari bekerja di toko pakan ternak, Metta mendapatkan penghasilan Rp 400 ribu per bulan dari pemilik toko, Heny Prakawati. Metta mulai bekerja pada pukul 13.00 hingga pukul 20.30 WIB.

Metta telah bekerja sebagai pelayan toko selama sebulan atau sejak selesai Ujian Nasional. Ia bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, apalagi tidak ada kegiatan lain setelah selesai ujian. Ayah Metta hanya bekerja sebagai seorang kuli dan ibunya menjadi tukang jahit di konveksi.

Menurut pemilik toko, ia merasa kaget dengan Metta yang memiliki prestasi gemilang tetapi tidak malu untuk bekerja menjadi buruh. Menurut Heny, Metta termasuk karyawan yang rajin.

Lalu apakah akan ada dermawan yang bersedia membantu mewujudkan impian Metta dan anak – anak berprestasi lainnya yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah?

Peraih UN IPA Terbaik Terpaksa Menjadi Buruh was last modified: June 4th, 2013 by

Gallery of Peraih UN IPA Terbaik Terpaksa Menjadi Buruh