Perceraian Menjadi Sebuah Penyakit Masyarakat

perceraianEntah bagaimana mulanya namun saat ini cerai menjadi sebuah penyakit yang sedang sangat merebak dikalangan masyarakat Indonesia. Bukan hanya artis serta orang-orang terkenal saja yang melakukannya bahkan kalangan biasa pun tampaknya sudah tidak terlalu mensakralkan lagi hal yang satu ini. Dahulu cerai merupakan sebuah tidakan yang dianggap sangat memalukan dan dianggap sebagai aib bagi siapapun yang melakukannya. Sehingga siapapun orang yang memiliki keinginan untuk melakukan sebuah perceraian pasti akan berpikir ratusan kali untuk merealisasikan hal yang satu ini.

Namun saat ini perceraian tidak lagi dianggap sebagai sebuah aib yang akan membuat malu siapapun orang yang melakukannya. Saat ini kebanyakan orang menganggap perceraian adalah sebuah jalan paling baik yang bisa dipilih jika merasa sudah tidak kuat dalam mengarungi sebuah kehidupan rumah tangga. Sepertinya sudah bukan hal aneh lagi jika melihat seorang artis atau aktor yang baru menikah tidak lebih dari satu tahun kemudian melakukan perceraian yang diliput oleh semua media dan disiarkan diseluruh saluran televisi nasional. Ini bukti yang sangat memprihatinkan.

Bahkan penyakit yang satu ini pun menular dikalangan masyarakat biasa. Mungkin jika alasan yang mendasari seseorang untuk melakukan perceraian adalah kekerasan dalam rumah tangga maka hal ini akan sangat bisa dimaklumi. Namun faktanya saat ini kebanyakan orang bercerai hanya karena masalah yang sangat sepele. Orang-orang yang berada disekitar saya pun tampaknya mulai terbiasa untuk mengucapkan kata cerai ketika sedang bertengkar dengan pasangannya. Ini yang menjadi pertanyaan besar dalam kepala saya. Lalu untuk apa mereka memutuskan untuk menikah jika semudah itu melepasan ikatan yang seharusnya menjadi ikatan mati dan seumur hidup ini? Apakah pernikahan saat ini sudah tidak memiliki kesakralan seperti dahulu? Apakah mereka tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan dari perceraian tersebut?

Jika pasangan yang memilih untuk bercerai adalah pasangan yang belum memiliki anak mungkin tidak akan terlalu menimbulkan dampak yang besar tapi bagaimana dengan yang sudah memiliki anak. Tidakkah mereka memikirkan dampak yang akan ditimbulkan pada diri anak setelah perceraian yang mereka lakukan. Perceraian akan sangat berpengaruh terhadap psikologis dan perkembangan jiwa anak. Anak bisa tumbuh menjadi pemurung, pendiam, dan tidak percaya kepada orang lain karena akibat dari perceraian ini. Jadi sudah jelas, Anak merupakan korban dari perceraian yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

 

Perceraian Menjadi Sebuah Penyakit Masyarakat was last modified: May 18th, 2013 by

Gallery of Perceraian Menjadi Sebuah Penyakit Masyarakat