Potret Generasi Muda Indonesia

GenerasiMudaBelakangan ini sering kali terdengar pemberitaan di koran atau media masa mengenai keadaan generasi muda Indonesia yang keadaannya sudah semakin menghawatirkan. Seorang siswi sekolah menengah atas menggugurkan kandungannya di kamar mandi sekolah, seorang pria memaksa gadis yang baru saja dikenalnya untuk melakukan hubungan intim, seorang mahasiswi tewas gantung diri di kamar kontrakannya setelah diputuskan pacarnya atau seorang bocah sekolah dasar mencabuli teman wanita setelah menonton video porno.

Berita-berita tersebut sudah bisa mewakili bagaimana kondisi mental generasi muda Indonesia. Krisis moral yang kian harian kian parah ini cukup membuat siapapun yang mendengarnya merasa miris dan prihatin. Salah satu penyebab degradasi moral yang terjadi pada remaja di Indonesia saat ini adalah teknologi. Teknologi yang notabene diciptakan untukĀ  membantu kehidupan manusia justru memberikan efek negatif yang semakin hari semakin terasa dampaknya.

Salah satu teknologi yang dianggap sebagai penyebab terjadinya degradasi moral pada remaja di Indonesia adalah handphone atau telepon seluler. Semakin hari semakin banyak telepon pintar yang bisa didapatkan oleh siapapun mulai dari orangtua sampai anak kecil. Melalui telepon seluler inilah kejahatan teknologi mulai bermunculan. Video porno yang dahulu hanya bisa dinikmati oleh kalangan-kalangan tertentu melalui media VCD atau DVD, saat ini mudah sekali menyebar melalui telepon seluler atau telepon pintar tersebut. Belum lagi, dahulu pemeran dari video porno biasanya hanya diperankan oleh para aktor/aktris asing namun saat ini banyak sekali beredar video porno yang diperankan oleh remaja-remaja Indonesia. Mereka tidak lagi malu mempertontonkan tubuh mereka untuk dinikmati semua orang.

Teknologi lain yang diduga sebagai penyebab utama terjadinya degradasi moral generasi muda Indonesia adalah internet. Internet merupakan gudang terbesar dari berbagai macam video porno yang mudah sekali diakses oleh siapa saja. Tidak hanya orang dewasa, anak sekolah dasar pun dapat dengan mudah mengakses banyak situs yang menyediakan gambar-gambar atau video-video porno. Mereka hanya perlu pergi ke sebuah warung internet lalu kemudian mereka bebas berselancar di dunia maya.

Lalu siapakah yang harus bertanggung jawab atas degradasi moral yang terjadi pada generasi muda Indonesia? Orangtuakah? Masyarakat? Atau pemerintah? Seharusnya saat ini bukan waktunya lagi untuk menyalahkan saling menyalahkan pihak-pihak tertentu. Semua pihak harus saling mengoreksi diri atas terjadinya masalah ini. Dibutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk bisa mengembalikan tingkat moral generasi muda Indonesia.

Orangtua memiliki peran yang paling penting dalam hal ini. Mereka harus memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak remajanya agar dapat terhindar dari bahaya-bahaya teknologi yang mudah sekali menjerumuskan para generasi muda jika tidak dapat membentengi diri. Masyarakat sudah pasti berperan juga dalam proses menjaga generasi muda misalnya dengan mengingatkan jika melihat anak-anak sekolah sedang melakukan aktivitas yang mencurigakan. Yang terakhir adalah pemerintah, pemerintah merupakan pihak yang memiliki kewenangan untuk memblokir situs-situs yang dianggap dapat merusak generasi bangsa. Untuk itu diharapkan pemerintah dapat lebih cermat mengawasi situs-situs yang sekiranya akan memberikan dampak negatif bagi generasi muda. Semoga dengan adanya kerjasama serta kesadaran dari semua pihak proses degradasi moral generasi muda Indonesia dapat dikurangi perkembangannnya.

 

Potret Generasi Muda Indonesia was last modified: May 23rd, 2013 by

Gallery of Potret Generasi Muda Indonesia