Review Buku Bidadari-Bidadari Surga

bidadari-bidadari-surga-cover-buku3

Judul buku          : Bidadari-Bidadari Surga

Pengarang           : Tere-Liye

Penerbit               : Republika

Tahun terbit        : 2008

Halaman              : 363 halaman

 

Salah satu karya yang diciptakan oleh Tere Liye. Sebuah karya yang akan mengaduk-aduk perasaan para pembaca. Sebuah karya yang akan menginspirasi para pembacanya. Ya seperti itulah novel-novel karyanya dibuat, dengan gaya bahasa yang ringan serta alur cerita flash back, karya-karya Tere Liye selalu memiliki keistimewaanya tersendiri.

Sebuah cerita perjuangan yang begitu mengharukan. Karakter tokoh utama bernama Laisa ini merupakan sosok mengagumkan yang patut dijadikan panutan. Seorang pekerja keras, patang menyerah, penuh kasih saying, serta memiliki ketulusan hati yang luar biasa. Pesan yang disampaikan tokoh Laisa ini bahwa kebahagiaan adalah ketika bisa melihat orang lain bahagia.

Namun seperti biasa, alurnya yang maju mundur membuat pembaca harus berpikir sedikit lebih ekstra agar ‘nyambung’ dengan jalan ceritanya. Terkadang juga harus membacanya berulang-ulang agar lebih paham dengan alurnya. Tapi secara keseluruhan novel ini merupakan novel yang sangat direkomendasikan untuk dibaca karena novel ini merupakan salah satu novel yang mendidik bukan hanya sekedar novel-novel ringan tanpa isi.

Cerita berawal dari sebuah keluarga yang tinggal disebuah lembah terpencil. Sebuah keluarga yang terdiri dari 6 orang anggota keluarga tanpa ayah. Sang ayah yang dipanggil babak meninggal karena diterkam harimau. Sang ibu yang akrab dipanggil mamak, Laisa sebagai anak pertama, kedua Dalimunte, ketiga Wibisana, keempat Ikanuri dan yang terakhir Yashinta.

Laisa adalah seorang kakak yang benar-benar menyayangi keluarganya. Dia bahkan rela putus sekolah untuk membantu mamaknya mencari uang demi biaya sekolah adik-adiknya. Laisa tidak pernah mengeluh serta pantang menyerah dalam menghadapi kehidupan. Seluruh waktunya dihasbiskan untuk membahagiakan adik-adik dan mamaknya.

Dengan fisik yang jauh berbeda dari adik-adiknya hingga para tetangga menganggapnya hanya anak angkat, Laisa tidak menghiraukannya walau diri sadar dirinya memang berbeda. badan gemuk, kulit hitam dan rambut kriting tentu saja jauh berbeda dengan para adik-adiknya yang sangat sempurna. Namun hal ini tidak pernah menurunkan semangat Laisa untuk membahagiakan adik-adiknya. Hal itu pulalah yang membuat keempat adiknya begitu sayang dan hormat pada kakaknya yang satu ini.

Laisa begitu bahagia melihat adik-adiknya tumbuh sebagai orang-orang hebat bahkan dirinya melupakan kebahagiaannya sendiri. Sampai umur 40an dirinya belum juga mendapatkan jodoh. Bahkan dirinya tetap ikhlas ketika harus di langkahi oleh adik-adiknya. Kehidupannya semakin sulit ketika Laisa menyadari dirinya menderita penyakit Kanker.

Review Buku Bidadari-Bidadari Surga was last modified: June 29th, 2013 by

Gallery of Review Buku Bidadari-Bidadari Surga