Review Buku Cerita di Balik Noda

img-cerita-di-balik-noda

Judul: Cerita di Balik Noda

Penulis: Fira Basuki

Jumlah Halaman: 235 halaman

Tahun Terbit: 2013

Penerbit: Gramedia

Harga: Rp 40.000,-

Saat melihat covernya, pembaca mungkin kurang tertarik dengan penampilan buku ini. Namun, cover itu nampaknya memang yang paling tepat untuk mewakili kisah-kisah di dalam buku ini. Buku ini terdiri dari 42 kisah yang akan menginspirasi jiwa pembaca. 38 kisah ditulis oleh para peserta lomba menulis dengan tema ‘Cerita di Balik Noda’ yang diselenggarakan oleh Rinso Indonesia lewat Facebook. Kemudian, cerita-cerita tersebut dikembangkan oleh Fira Basuki dan tetap mempertahankan gaya penulisan aslinya. Di dalam buku ini, Fira juga menuliskan 4 karyanya yaitu kisah ‘Bos Galak’, ‘Pohon Kenangan’ , ‘Foto’, dan ‘Sarung Ayah’.

Kisah-kisah di dalam buku ini sangat menarik untuk dibaca. Misalnya saja ‘Imlek Buat Lela’. Kisah in menceritakan tentang Gwenn yang mau memberikan angpawnya untuk membeli sebuah sepeda baru untuk Lela yang sama persis dengan kepunyaannya. Berbeda dengan orang dewasa yang kadang-kadang memberi sesuatu dengan pamrih atau maksud yang tersembunyi, Gwenn telah mengajarkan arti berbagi dan memberikan sesuatu dengan ikhlas.

Sementara itu kisah yang tak kalah menarik adalah ‘Sarung Ayah’ yang menceritakan kesedihan Hani karena suaminya meninggal. Ia akhirnya menjadi murung dan aktivitasnya menjadi terbengkalai. Sementara itu, anaknya yang bernama Dewi juga sama sedihnya dengan ibunya. Namun ia tetap berusaha untuk ceria. Saat malam hari, Dewi selalu memerluk sarung milik almarhum ayahnya untuk menyalurkan kerinduannya pada ayah. Hani akhirnya sadar kalau dia tak boleh terus bersedih karena hidup masih harus terus berjalan.

Kisah ‘Tulisah di Sprei’ dalam buku ini juga seolah-olah mengingatkan kita bahwa kecantikan dari hati lebih bernilai daripada kecantikan fisik. Kisah ini menceritakan Chatya yang sering diejek oleh teman-temannya karena bertubuh gemuk. Untuk menyalurkan kekesalannya, Chatya membuat tulisan di sprei. Kemudian sprei itu digantung di balkon rumahnya. Tulisan itu berbunyi demikian:

“WALAUPUN AKU GEMUK, AKU TAK PERNAH

     MENYAKITI ORANG. WALAUPUN GANTENG DAN CANTIK,

    KALIAN PENUH NODA DI HATI.”

Karena tulisan itu, kini teman-temannya tidak lagi mengolok-oloknya.

Kisah di atas hanya sebagian dari kisah-kisah menarik di dalam buku ini. Selebihnya, Anda dapat membaca sendiri di buku ini.

Review Buku Cerita di Balik Noda was last modified: June 13th, 2013 by

Gallery of Review Buku Cerita di Balik Noda