Review Buku “Dia Tanpa Aku”

Dia tanpa aku

Judul Buku           :    Dia Tanpa Aku

Pengarang            :    Esti Kinasih

Penerbit                :    PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman  :    280 halaman

Tahun terbit         :    2008

 

Di novel keempatnya Esti Kinasih memberikan bumbu yang berbeda sehingga memberikan efek yang lebih greget bagi para pembaca. Di novel-novel sebelumnya Esti Kinasih selalu menampilkan cerita yang penuh semangat, riang, ceria, lucu dan kocak tapi di novel yang keempat ini walau Esti tetap memikat pembaca dengan gaya bahasa khasnya hanya saja banyak adegan sedih yang akan membuat pembaca tak sadar akan meneteskan air mata saat membacanya.

Berawal dari seorang cowok bernama Ronald yang menyukai seorang cewek bernama Citra namun karena Citra masih SMP Ronald belum ingin mengakui perasaannya dulu kepada Citra. Ronald ingin menunggu hingga Citra lebih dewasa. Rencananya Ronald akan menyatakan perasaannya kepada Citra setelah Citra berhasil masuk SMA.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Akhirnya Citra sudah resmi menjadi anak SMA hanya saja ada satu hal yang membuat Ronald kesal, mengapa Citra harus masuk disekolah yang sama dengan adiknya –Reinald- dikelas yang sama pula. Walau hal itu cukup mengganggu Ronald tapi rencananya untuk menyatakan perasaannya kepada Citra sudah tidak bisa terbendung lagi. Setelah berbulan-bulan menunggu Ronald merasa bahwa inilah saat yang paling tepat. Ronald meminta doa serta restu dari semua anggota keluarganya termasuk Reinald dengan ekspresi yang sangat sumringah pnuh dengan kebahagian, Namun kejadian yang tidak terduga terjadi, taksi yang ditumpangi Ronald mengalami kecelakaan didekat rumah Citra dan Ronald langsung meninggal dilokasi kejadian. Bahkan kesempatan yang paling ditunggu Ronald seumur hidupnya ini pun tidak bisa tercapai.

Semenjak kakaknya meninggal sikap Reinald berubah total kepada Citra. Aura permusuhan terlihat jelas dari sorot matanya. Reinald merasa kakaknya meningggal karena Citra dan inilah alasan dirinya membenci Citra. Citra yang bingung menanggapi sikap Reinald yang sangat aneh menjadi emosi sendiri walau akhirnya dia memutuskan untuk mengacuhkan Reinald karena merasa sudah tidak kuat. Tapi enatah mengapa sikap acuh Citra justru membuat Reinald merasakan perasaan yang aneh didalam hatinya. Reinald menggunakan berbagai macam cara agar cewek itu berhenti melakukan aksi bungkamnya. Usaha Reinald membuahkan hasil ketika Citra lupa membawa buku paket kewarganegaraan dan Reinald memberikan buku paket miliknya kepada Citra dengan konsekuensi dirinya harus keluar dari kelas. Namun hal itu berhasil meluluhkan Citra dan membuat Reinald dan Citra mulai dekat dan akrab.

Perasaan yang aneh semakin membayang-bayangi Reinald. Dia sadar saat ini posisinya sama dengan Ronald dan dia tidak ingin merasakan hal yang sama seperti abangnya hanya bisa diam dan mengamatinya dari jauh. Tanpa sadar Reinald berbicaranya dihadapan foto abangnya “Gue suka cewek lo… boleh ga dia buat gue?”

Sesuai dengan sinopsis dibalik novelnya setelah Reinald berikrar didepan foto abangnya kemudian Ronald kembali. Ronald kembali? bagaimana bisa orang yang sudah meninggal muncul kembali didunia ini? Apa yang menyebabkan Ronald kembali?

Review Buku “Dia Tanpa Aku” was last modified: May 30th, 2013 by

Gallery of Review Buku “Dia Tanpa Aku”