Review Buku “Filosofi Kopi”

filkopJudul Buku : Filosofi Kopi

Pengarang : Dewi “Dee” Lestari

Penerbit : Gagas Media

Tahun terbit : 2006

Halaman Buku : 132 halaman

 

“Filosofi kopi” adalah sebuah kumpulan dari cerpen dan prosa yang merupakan salah satu karya milik seorang penulis yang juga seorang musisi berbakat bernama Dewi Lestari. Wanita yang akrab dipanggil Dee ini selalu bisa menciptakan sebuah buku dengan karakter tulisannya yang berbau sastra dan sains dengan kombinasi yang sangat unik yang membedakannya dengan penulis-penulis kebanyakan. Tulisannya memiliki karakter yang membuatnya selalu ditunggu-tunggu oleh para pecintanya.

Mungkin jika melihat sekilas dari sampul dan judul bukunya mungkin anda akan berasumsi bahwa keseluruhan isi bukunya akan menceritakan tentang kopi. Tapi ternyata tidak, filosofi kopi ini terdiri dari dari 18 bab yang dibuat selama satu dekade. Filosofi kopi ini memang dibuat selama satu dekade atau sepuluh tahun lamanya sejak 1995 hingga 2005 yang diterbitkan melalui Koran Tempo. Sempat memenangkan kategori karya sastra terbaik 2006 pilihan Koran Tempo.

Alur yang digunakan oleh Dee selalu berhasil memikat pembaca untuk semakin larut saat menikmati paragraf demi paragrafnya. Seperti pada bab pertamanya, Dee memberikan monolog-monolog apik yang membuat filosofi kopi menjadi semakin menarik. Bab pertama berjudul “Filosofi Kopi” seperti pada halaman sampulnya.

Pada bab pertama memang bercerita mengenai kopi. Berawal dari tokoh Ben yang sangat tergila-gila dengan kopi hingga memutuskan untuk berkeliling dunia hanya untuk mencari racikan-racikan kopi terbaik didunia. Hingga akhirnya Ben dan Jody, sahabatnya, bersama-sama mendirikan sebuah kedai kopi kecil-kecilan. Kedai kopi yang awalnya diberi nama “Kedai Koffie Ben dan Jody” ini diubah menjadi “FILOSOFI KOPI (Temukan Diri Anda di Sini)”. Kedai ini semakin hari semakin ramai saja dikunjungi para penikmat kopi. Kedai ini memiliki keunikan yang membuat para pengunjung rela untuk datang kembali. Keunikan tersebut adalah setiap pengunjung yang datang akan mendapatkan sebuah kertas bertuliskan filosofi-filosofi yang dibuat oleh Ben. Diceritakan juga mengenai perjuangan ben menemukan racikan kopi terbaik yang bahkan dia sendiri baru pertama kali mencobanya. Disebuah desa di daerah Jawa Tengah seteguk kopi Tiwus yang menyadarkan Ben mengenai arti kesempurnaan, Bahwa sesungguhnya tidak ada yang sempurna.

 

“Seperti pilihan anda ini, cappuccino. Ini untuk orang yang menyukai kelembutan sekaligus keindahan. ” Ben tersenyum seraya menyorong cangkir. “ anda tahu, cappuccino ini kopi paling genit?”

Review Buku “Filosofi Kopi” was last modified: June 21st, 2013 by

Gallery of Review Buku “Filosofi Kopi”