Review Buku “Moga Bunda Disayang Allah”

tere-liyeJudul                                : Moga Bunda Disayang Allah

Penulis                            : Tere Liye

Penerbit                           : Republika

Jumlah Halaman          : 247

Tahun Terbit                    : 2009

 

Moga bunda disayang Allah adalah sebuah novel ciptaan salah satu penulis laris di Indonesia, Tere-Liye. Kabarnya dalam waktu dekat novel ini akan diangkat ke layar lebar. Dengan gaya bahasa yang cukup santai membuat pembaca tidak terlalu kaku saat membaca isi dari novel ini. Tere-Liye berhasil menciptakan sebuah alur cerita yang akan membuat pembaca terpaku kepada novel ini.

Makna yang terkandung dalam novel ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur serta ikhlas dan sabar dalam menghadapi ujian yang sedang diberikan oleh sang pencipta. Karena sesungguhnya tidaklah akan diberikan sebuah cobaan yang melebihi batas kekuatan hambanya. Karena disetiap kesulitan yang dihadapi akan selalu disertai dengan kemudahan.

Novel ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak yang menderita buta, tuli dan bisu bernama Melati. Melati berasal dari keluarga kaya raya, baik hati dan dihormati banyak orang namun Melati bernasib malang, dirinya harus menjalani kehidupan selama tiga tahun hanya ditemani kekosongan, kegelapan dan kesepian. Tak ada warna dan tak ada nada.

Awalnya melati terlahir sebagai anak normal dengan segala kesempurnaan seorang bayi perempuan. Melati terlahir sempurna dengan paras cantik nan menggemaskan, mata hitam, pipi tembam, giginya persis seperti anak kelinci. Kedua orangtuanya sangat bahagia memiliki putri secantik Melati. Namun kesempurnaan itu seketika sirna ketika Melati terserang demam yang mengakibatkan ketiga indra yang dimilikinya tidak berfungsi sama sekali. Diumur yang sekecil itu melati sudah harus menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan.

Semenjak itu sang bunda selalu berusaha sambil berdoa untuk dapat menyembuhkan penderitaan anak kesayangannya itu. Sang bunda tak henti-hentinya memohon kepada Tuhan untuk dapat menyembuhkan Melati. Hingga akhirnya secerca harapan datang, ketika seorang pemuda bernama Karang hadir untuk membantu menyembuhkan melati. Karang hanya pemuda yang tak sempat merasakan bangku kuliah namun memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang kuliah sekalipun. Namun saat itu Karang masih berada dalam kekalutan berhubungan dengan masa lalunya.

Proses penyembuhan melati berjalan sangat sulit, namun tak menghentikan niat Karang untuk menyembuhkan Melati. Dibantu sang bunda yang tak hentinya berdoa kepada Tuhan memohon untuk kesembuhan Melati. Lalu bagaimanakah nasib Melati? Apakah dirinya akan bisa kembali merasakan keindahan dunia?

Review Buku “Moga Bunda Disayang Allah” was last modified: June 15th, 2013 by

Gallery of Review Buku “Moga Bunda Disayang Allah”