Review Buku “Sepotong Hati Yang Baru”

sepotong

Judul Buku          : Sepotong Hati Yang Baru
Penulis                 : Tere Liye
Penerbit              : Republika
Tebal                     : 204 Halaman
Tahun Terbit      : 2012

 

Bisa dibilang buku ini merupakan sekuel dari buku sebelumnya yang berjudul Berjuta Rasanya. Beberapa cerita di dalam buku ini merupakan inspirasi cerita dari buku sebelumnya namun dalam versi cerita yang tentu saja berbeda.

Tere Liye yang tak pernah lupa menyelipkan pesan moral dalam setiap bukunya. Menurut saya pribadi, kali ini pesan moral yang berusaha disampaikan oleh Tere Liye dalam setiap ceritanya sungguh disayangkan terasa sedikit kurang mengena. Mungkin karena alur cerita yang dibuat ringan sehingga untuk sebagian pembaca yang kurang pandai menangkap makna tersirat dalam setiap cerita melewatkan inti dari cerita tersebut sendiri yaitu pesan moral dalam cerita.

Seperti buku sebelumnya, buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang masih bertemakan cinta dengan jumlah cerita yang lebih sedikit dari pendahulunya, hanya terdapat 8 cerita dalam buku ini. Berita baiknya, karena jumlah cerita yang lebih sedikit sehingga alur cerita yang dibuat terkesan lebih padat dan jelas.

Walaupun dirasa sedikit berbeda dibanding buku-bukunya yang lain, namun dalam buku ini Tere Liye masih menyajikan alur cerita yang ringan dan tidak terlalu berat sehingga cocok dibaca oleh setiap kalangan baik yang muda maupun tua.

Berikut ini judul-judul cerita pendek yang terdapat didalam buku “Sepotong Hati Yang Baru” sebagai berikut:

  1. Hiks, Kupikir itu sungguhan
  2. Kisah Sie sie
  3. Sepotong hati yang baru
  4. Mimpi-mimpi Sampek-Engtay
  5. Itje Noerbaja & Kang Djalil
  6. Kalau wanita semua jelek
  7. Percayakah kau padaku?
  8. Buat apa disesali . . . .

Salah satu kutipan dalam buku ini yang cukup bisa dijadikan pengingat bagi para remaja yang sedang senang-senangnya jatuh cinta agar tidak terbelenggu dan dibutakan oleh perasaan “GR”.

“Urusan GR ini memang kadang gila, put.. Kita benar-benar tidak bisa lagi berpikir waras dan rasional, tertutup oleh ilusi dan mimpi. Menerjemahkan semua kejadian berdasarkan yang mau kita dengar atau lihat saja. Padahal kenyataannya? Tidak sama sekali.” (Tere Liye, Hiks, Kupikir itu sungguhan, 20)

Review Buku “Sepotong Hati Yang Baru” was last modified: July 11th, 2013 by

Gallery of Review Buku “Sepotong Hati Yang Baru”