Review Buku “Still”

Still

Judul                     : STILL

Pengarang          : Esti Kinasih

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 224 halaman

Tahun Terbit      : 2006

 

Novel lanjutan dari “Cewek” ini lebih bertemakan tentang persahabatan dan percintaan. Alur maju yang digunakan oleh Esti Kinasih untuk mengembangkan isi cerita tetap seperti novel-novel sebelumnya yang mampu membius pembaca untuk terus menikmati isi cerita hingga larut kedalam alur cerita yang terkesan nyata dan tidak dibuat-dibuat.

Jika pada novel sebelumnya tokoh Rei dan Langen yang menjadi tokoh central dalam cerita kali ini giliran Bima dan Fani yang akan menjadi tokoh utama dalam sekuelnya. Masih seperti biasa bahasa yang digunakan Esti Kinasih ini memang memiliki kekhasan tersesendiri dari pengarang-penngarang lain yang membuat pembacanya selalu antusias menanti karya-karya terbarunya.

Cerita dimulai dengan Pertengkaran Rei dan Langen yang masih mempermaslahkan tentang pendakian bersama waktu itu hingga berakhir putusnya hubungan antara Rei dan Langen. Meski berat Langen tetap memilih untuk berpisah dari Rei karena dia sudah tidak menemukan lagi Rei yang dulu dikenalnya berubah menjadi Rei yang pendendam, sinis dan sadis.

Sementara itu hubungan antara Fani dan Bima yang memang sejak awal tidak berlangsung secara baik-baik membuat Fani semakin tidak betah dan ingin bebas dari Bima. Namun niatnya ini selalu terhambat oleh rasa takutnya terhadap Bima. Hingga suatu hari Fani benar-benar mengajukan permintaan putusnya kepada Bima yang kontan membuat Bima menjado gelap mata. Esti Kinasih sukses menceritakan proses putus diatara Fani dan Bima dengan sangat Dramatis. Aksi kejar-kejaran hingga penyekapan Fani di kamarnya Bima benar-benar menunjukan diri Bima yang sebenarnya disaat dirinya sedang kalap.

Bima menjadi seperti psikopat yang sangat posesif terhadap Fani, bahkan Rangga sahabat Bima tidak diijinkan untuk menyentuh Fani seujung kuku pun. Padahal Rangga beserta Rei sedang berencana untuk menyelamatkan Fani dari kurungan Bima.

Hingga akhirnya Bima benar-benar melepaskan Fani ketika dirinya tidak lagi dapat menemukan gadis pertama yang benar-benar dia cintai namun mati-matian menolak untuk dicintai olehnya dimana pun seperti hilang ditelan bumi. Rangga yang bertugas untuk mengawal Fani akhirnya mengabarkan bahwa Fani sudah benar-benar bebas dari Bima. Mendengar kabar itu membuat Fani seperti seekor kuda yang baru saja di lepaskan ikatannya. Fani segera menebar pesona untuk mendapatkan perhatian dari cowok incarannya. Ferry.

Ketika Fani sedang tergila-gila dengan Ferry, sebaliknya Bima sedang benar-benar patah hati. Dia benar-benar merasa hancur kali ini. Ini merupakan pengalaman pertamanya merasakan patah hati. Sebelumnya dialah yang selalu mematahkan hati seorang cewek saat ini karma sedang menghukumnya. Bima yang dulu playboy, posesif, dan nakal berubah total menjadi seorang cowok ramah, sopan dan tangannya tidak lagi aktif menggoda para cewek. Tapi justru hal ini yang membuat Bima semakin popular dikalangan cewek-cewek. Berbagai tipe cewek bergantian mengisi kursi Jeep Kanvas kebanggaannya namun semua cewek itu tidak dapat mengisi kekosongan hatinya yang disebabkan oleh ditinggal Fani.

Lalu bagaimana kelanjutan dari hubungan Bima dan Fani ? Apakah Fani tetap memilih Ferry dan meninggalkan Bima?

Review Buku “Still” was last modified: May 30th, 2013 by

Gallery of Review Buku “Still”