Salahkah Pejabat Publik Menjadi Bintang Iklan atau Sinetron?

deddy mizwarBaru-baru ini kedudukan Deddy Mizwar yang baru saja menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat digoyahkan oleh beberapa tokoh masyarakat Jawa Barat. Mereka beranggapan bahwa sebagai Wakil Gubernur tidak sepatutnya Deddy Mizwar membiarkan iklannya muncul di televisi. Menurut mereka sebagai pejabat publik sudah seharusnya Deddy Mizwar melakukan tugas Negara secara total dan tidak mempunyai pekerjaan sampingan.

Para tokoh mayarakat tersebut menyarankan dua pilihan kepada Deddy Mizwar untuk mengembalikan sebagian uang dari hasil bintang iklan atau mengkonversi iklan komersial tersebut menjadi iklan layanan masyarakat. Tentu saja Deddy Mizwar harus memilih salah satu opsi yang diberikan oleh para tokoh masyarakat tersebut.

Namun menurut kacamata masyarakat biasa yang tidak memiliki keterlibatan apapun dalam hal politik memiliki pandangan tersendiri terhadap kasus-kasus seperti ini. Terkadang kita memang mengharapkan seorang pejabat publik yang memiliki totalitas kerja serta fokus kerja yang tinggi sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik. Namun manusiawi jika pejabat publik juga memilki hak-hak pribadi yang harus dilakukannya seperti masyarakat pada umumnya.

Lagipula rasa-rasanya masih banyak pejabat publik lain yang memiliki pekerjaan sampingan namun tidak terlalu mendapatkan sorotan seperti Deddy Mizwar. Sebagai contoh, Mentri BUMN, Dahlan Iskan juga muncul dalam iklan komersial produk jamu di televisi. Bahkan beliau juga dikabarkan sedang melakukan shooting sinetron yang akan tayang saat Ramadhan. Tapi apakah ada pemberita atau tokoh-tokoh masyarakat yang menyoroti tindakan Dahlan Iskan ini?

Sama halnya dengan Deddy Mizwar yang memiliki background seorang bintang film, produser serta sutradara film beliau masih berhak menekuni bidang tersebut asalkan tidak merugikan masyarakat Jawa Barat dan masih bisa mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang sedang di embannya. Jika dirasakan ada keluhan kinerja atau masalah pada pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Deddy Mizwar bersangkutan dengan bidangnya yang terdahulu barulah wajar jika menimbulkan kritik.

Oleh karena itu kita harus objektif dalam melihat suatu masalah. Jangan sampai perbedaan sudut pandang politik menyebabkan kita berpikiran secara subjektif sehingga menyulitkan orang lain. Kita memang dibebaskan untuk menyukai atau tidaknya seseorang, namun harus tetap berusaha adil dalam menyikapi suatu masalah.

 

Salahkah Pejabat Publik Menjadi Bintang Iklan atau Sinetron? was last modified: June 28th, 2013 by

Gallery of Salahkah Pejabat Publik Menjadi Bintang Iklan atau Sinetron?