Sarjana Tapi Nganggur?

sarjana

Semua orang tahu bahwa saat ini mencari pekerjaan sangat sulit bahkan untuk mereka yang memiliki gelar sarjana sekali pun. Padahal dahulu sarjana merupakan panggilan yang akan sangat membuat bangga siapapun orang yang menyandangnya. Dahulu juga sarjana adalah gelar yang hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang telah menyelesaikan pendidikan tertinggi dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkannya. Namun, beberapa tahun belakangan ini sebutan/gelar sarjana tampaknya tidak terlalu memiliki arti yang istimewa lagi. Saat ini sarjana hanyalah gelar yang didapatkan setiap orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) disebuah universitas entah itu universitas negeri ataupun universitas swasta.

Alasan yang menyebabkan gelar sarjana tidak lagi istimewa adalah karena jumlahnya yang sudah terlalu banyak dan proses mendapatkannya yang tidak sesulit dahulu. Kualitas sarjana sekarang pun agaknya perlu dipertanyakan. Mengapa demikian? Karena saat ini sudah banyak universitas-universitas swasta yang menyediakan layanan kelas untuk para karyawan atau siapapun yang ingin mendapatkan gelar tanpa harus melakukan kuliah secara formal. Kuliah tidak formal disini bukan berarti tidak melakukan aktifitas seperti layaknya kuliah normal lainnya hanya saja waktu yang digunakan lebih sedikit dibandingkan kelas normal biasa.

Mungkin beberapa universitas swasta yang memang memilki nama dan menjunjung tinggi kualitas bisa tetap menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas walaupun hanya mengambil kelas non formal, tapi bagaimana dengan universitas-universitas swasta yang banyak didirikan di pinggiran jalan dengan ketidakjelasan akreditasi dan tenaga pendidik?  yang kebanyakan hanya mengutamakan ijasah dan gelar sarjana dibandingkan mengutamakan kualitas lulusan? Sudah pasti kualitas dari lulusan-lulusannya juga akan sangat dipertanyakan bukan? Sebagai contoh banyak mahasiswa-mahasiswa jurusan tertentu di kelas non formal yang tidak menguasai keahlian-keahlian yang sesuai dengan bidang pendidikannya karena merasa kurangnya jam kuliah atau tidak diberikan arahan yang jelas oleh tenaga pendidik atau dosennya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa saat ini banyak orang-orang yang memiliki gelar sarjana lengkap dengan ijazah S1-nya namun tetap mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Karena faktanya gelar sarjana dan ijazah S1 sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai acuan dalam mengukur tingkat kemampuan seseorang dalam pekerjaan.

Oleh karena itu dibandingkan gelar dan ijazah yang tinggi sudah pasti kemampuan serta keahlian merupakan faktor terpenting yang akan menunjang karier seseorang dalam dunia bisnis. Untuk itu ada baiknya jika selain mengejar gelar serta ijasah tetap diperlukan keseriusan serta fokus yang tinggi dalam mengembangkan keahlian serta kemampuan sebagai bekal yang nantinya akan sangat berguna ketika mulai terjun di masyarakat.

 

Sarjana Tapi Nganggur? was last modified: May 20th, 2013 by

Gallery of Sarjana Tapi Nganggur?