winner gelumbang
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Politik » Sengketa Pilkada Sumsel Menjadi Anarkis

Sengketa Pilkada Sumsel Menjadi Anarkis

(866 Views) June 5, 2013 10:10 pm | Published by | No comment

Sengketa Pilkada Sumsel Menjadi Anarkis

Sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di kota Palembang berakhir anarkis dengan terjadinya pembakaran kawasa pertokoan di Pasar 16 Ilir, pusat kota Palembang, Sumatera Selatan pada hari Selasa siang kemarin (4/6) pada pukul 12.30. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun aktivitas warga yang sedang berada di pusat perekonomian Sumatera Selatan tersebut sempat lumpuh total.

Kejadian anarkis tersebut awalnya hanyalah aksi sekelompok massa yang memprotes dan menolak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan pasangan Romi Herton dan Harnojoyo menjadi wali kota baru di Palembang. Padahal, pada pilkada yang dilakukan bulan lalu, KPU Kota Palembang sudah menetapkan pasangan Sarimudan dan Nelly sebagai pasangan yang menang.

Namun, keputusan Mahkamah Konstitusi ini kemudian dikuatkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab utama adanya kelompok simpatisan Sarimuda yang tidak senang dengan keputusan ini dan kemudian melakukan aksi anarkis.

Aksi yang dilakukan oleh demonstran kemarin tadinya berlangsung cukup tertip walaupun sempat membuat Jembatan Ampera menjadi macet. Namun, ternyata demonstrasi ini berakhir pembakaran terhadap sebuah toko milik pengusaha bernama Hermanon Wijaya yang dianggap sebagai pendukung salah satu calon wali kota terpilih.

Polisi sudah memeriksa tempat kejadian dan diduga kuat kebakaran di toko tersebut memang disengaja. Walaupun demikian, polisi masih belum bersedia memberikan kesimpulan untuk kasus ini. Namun, buntut peristiwa kebakaran ini sudah ada enam orang yang diperiksa oleh polisi.

Kebakaran ini diduga sengaja dilakukan oleh pada demonstran dari salah satu calon wali kota yang sebelumnya juga menggelar aksi demo di depan kantor DPRD.

Abror Vandozer, koordinator aksi massa simpatisan dari pasangan Sarimuda dan Nelly Rasdiana tidak menampik dugaan tersebut. “Saat mereka sampai di Bundaran Air Mancur dari gedung DRPD, sekitar 500 orang yang saya pimpin memang sudah terlihat kondusid dan Saya pun segera meminta mereka untuk bubar,” ucap Abror saat ditanyai di ruang Kasatreskrim Mapolresta Palembang hari ini (5/3)

Abror juga mengatakan bahwa saat itu massa telah terpecah belah saat melakukan aksinya. “Massa sudah tidak tahu komando lagi, maka saya pun harus membubarkannya,” lanjutnya. Abror masih terus menjalani pemeriksaan hingga dini hari tadi di Mapolresta Palembang.


Kata kunci mesin pencari:

sengketa pilgub sumsel (11), sengketa pilkada sumsel (10), 

No comment for Sengketa Pilkada Sumsel Menjadi Anarkis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>