Stop Memberi Uang kepada Pengemis

PengemisjalananSebagai orang yang beragama saya diajarkan untuk selalu bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Pernyataan tersebut masih terus melekat dikepala saya sampai akhirnya beberapa hari yang lalu saya menemukan fakta yang sedikit menggelitik. Saat saya sedang menunggu bus dihalte, saya melihat seorang anak kira-kira berusia 6 sampai 8 tahun dengan pakaian agak kumal sedang asik menyantap bubur pesanannya. Awalnya saya tidak terlalu memperdulikan anak tersebut sampai beberapa menit setelah anak itu selesai menyantap buburnya tiba-tiba dia menghampiri saya dengan menadahkan tangannya sambil berkata “Sedekahnya mbak buat bayaran sekolah”. Saya hanya bisa mengerutkan kening saat itu.

Masih ada fakta lain mengenai pengemis yang pernah saya temui. Saat itu masih pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Saya sedang menunggu bus dihalte yang sama. Tiba-tiba terlihat seorang wanita tua baru saja turun dari sepeda motor yang dikendari oleh lelaki setengah baya kemungkinan anaknya. Wanita tua itu wajahnya tidak terlalu asing dimata saya, usianya kira-kira lebih dari enam puluh tahun dengan rambut panjang yang sudah dipenuhi uban. Saya baru ingat wanita tua itu adalah seorang pengemis yang setiap hari duduk dihalte untuk meminta sedikit belas kasihan kepada orang yang lalu lalang didepannya. Siapapun yang melihatnya pasti merasa iba dan segera mengikhlaskan sedikit rezekinya untuk diberikan kepada wanita tua itu.

Mari sedikit kita ulas mulai dari cerita pertama. Setelah puas melahap buburnya anak tersebut langsung melanjutkan aktifitasnya untuk meminta-minta. Siapapun orangnya pasti akan merasa lucu saat melihat kejadian seperti ini. Seorang anak yang mampu membeli sarapan berupa bubur dengan harga berkisar lima ribu sampai tujuh ribu namun masih sibuk meminta-minta untuk membiayai uang sekolahnya. Jika dia benar-benar miskin atau benar-benar membutuhkan uang untuk biaya sekolah dia pasti tidak tega mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk semangkuk bubur.

Untuk cerita kedua, wanita tua itu biasanya mulai duduk dihalte sejak pukul enam pagi dengan diantarkan menggunakan sepeda motor. Sampai pukul empat sore biasanya saya masih melihatnya duduk ditempat yang sama. Jika setiap orang yang berlalu lalang didepannya memberikan uang sebesar seribu rupiah maka jika ada lima puluh orang baik hati maka wanita tua itu akan mendapatkan lima puluh ribu rupiah. Sedangkan jumlah orang yang berlalu lalang dihalte tersebut pasti lebih dari lima puluh orang perharinya dan otomatis akan lebih banyak lagi orang baik hati yang rela bersedekah untuk wanita tua tersebut.

Rumor-rumor yang beredar tentang pengemispun sudah banyak. Banyak cerita mengenai seorang pengemis yang memiliki rumah besar dikampungnya yang berhasil dia bangun dengan menggunakan uang hasil mengemis. Belum lagi beberapa pengemis yang sengaja membuat diri mereka terlihat cacat agar lebih mendapatkan belas kasihan. Dan banyak cerita-cerita lain mengenai pengemis.

Mungkin pembaca sekalian juga pernah mengalami kejadian-kejadian yang sejenis dengan pengalaman saya barusan. Setelah mengalami dan melihatnya secara langsung sadar tidak sadar saya jadi berpikir apakah mereka benar-benar miskin? apakah mereka benar-benar memerlukan bantuan? Apakah mereka benar-benar hidup dalam kesusahan sampai harus meminta-minta? Atau justru aktifitas meminta-minta ini sudah menjadi kebiasaan bahkan sudah menjadi mata pencaharian?

Sebaiknya memang kita tidak boleh berburuk sangka kepada mereka, namun ada baiknya juga untuk tetap besikap bijak dalam menangani kasus seperti ini. Misalnya dengan tidak membiasakan memberi uang kepada pengemis-pengemis yang banyak berkeliaran dijalan. Selain tidak mendidik, memberikan uang kepada pengemis juga akan membuat mereka bertambah malas untuk bekerja dengan pekerjaan yang lebih layak. Jika anda tetap ingin bersedekah masih banyak cara yang bisa anda lakukan. Misalnya, dengan memberikan uang anda untuk anak yatim atau untuk pembangunan masjid. Itu akan lebih berguna dan bermanfaat dibandingkan memberikan uang kepada pengemis.

 

Stop Memberi Uang kepada Pengemis was last modified: May 10th, 2013 by

Gallery of Stop Memberi Uang kepada Pengemis

Pengemisjalanan