Ternyata PR Setumpuk Itu Bahaya

Entah karena anggapan bermain itu tidak bermanfaat atau karena takut siswa justru terjerumus pada pergaulan yang salah, pendidikan sekarang justru terkesan terlalu berlebihan memberikan. Mungkin maksud para guru sekedar memberi materi untuk anak mengulang pelajaran yang sudah tersampaikan di kelas. Tapi ketika PR ini sudah setumpuk, bisa jadi anak kehilangan energy mereka dan bosan.

Ternyata PR Setumpuk Itu Bahaya

Dinas Pendidikan Amerika Serikat sudah membuat peraturan tertulis mengenai PR, yakni hanya boleh berupa tugas yang akan mengembangkan teori atau sebagai bentuk aplikasi dari apa yang sudah disampaikan di kelas. Sayangnya peraturan serupa belum hadir di Indonesia. Jadi kadang kala guru memberikan PR hingga 50 soal yang isinya hanya mengulang apa yang sudah disampaikan di kelas.

Sementara itu, biasanya PR ini berbentuk soal tertulis sehingga tidak membangun ketertarikan anak pada materi. Inilah yang membuat anak merasa bosan. PR ini merenggut waktu bermain mereka, waktu santai mereka dengan orang tua atau sekedar waktu mereka dengan hobi mereka. Jangan salah lho…ketika mereka dewasa bisa jadi mereka akan hidup dari hobi mereka bukan dari ilmu yang mereka cerna di kelas.

Jangan pula  berbangga bila Anda mendapati anak Anda tipe yang sangat tekun melahap semua PR mereka hingga berjam-jam. Bisa jadi mereka sudah mulai tumbuh menjadi anak kaku yang hidup tanpa hasrat untuk bermain dan bersenang-senang. Biasanya anak-anak ini juga mengalami kesulitan dalam pergaulan sehari-hari mereka.

Lalu bagaimana bila Anda menemukan anak Anda sudah tenggelam dengan PR setumpuk mereka?

Amati soal-soal dalam PR, bila isinya sama dengan materi dalam buku dan catatan mereka, maka jangan paksa mereka untuk mengulang materi lagi. Ajak mereka beradventure dengan dunia nyata yang bisa Anda kaitkan dengan ilmu mereka. Misalkan ajak mereka bermain ke Borobudur untuk meberikan mereka ilustrasi nyata mengenai bangunan candi ini.

Bicarakan dengan guru atau kepala sekolah untuk mengubah cara pemberian PR ini. Bila perlu libatkan para orang tua lain yang juga merasakan keluhan yang sama. Sebenarnya para guru ini tidak bermaksud buruk, hanya saja mereka berfikir praktis mengenai cara tepat membuat anak terpaksa mengulang materi pelajaran di kelas begitu mereka tiba di rumah.

Ternyata PR Setumpuk Itu Bahaya was last modified: October 7th, 2013 by

Gallery of Ternyata PR Setumpuk Itu Bahaya