Yeva Si Doktor Jamur Dari UI

Yeva Si Doktor Jamur Dari UI

UI (Universitas Indonesia) baru saja menambah jumlah doktor yaitu doktor di bidang ilmu Mikrobiologi yakni Yeva Rosana yang sukses mempertahankan disertasinya dengan nilai yang sangat memuaskan.

Yeva merupakan Doktor ke-213 dari UI. Ia mengangkat penelitian yang berjudul ‘Mekanisme Resistensi Candida Albicans yang Diisolasi dari Pasien Terinfeksi HIV di Jakarta terhadap Flukanazol: Peran Mutasi ER11 dan Overekspresi ERG11, CDR1, CDR2, MDR’. Penelitian ini dilakukan Yeva terhadap 108 pasien HIV di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Jakarta.

Saat ditemui di FK UI, Salemba, Raby (12/6), Ia menyebutkan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa jamur Candida Albigans resisten terhadap obat antijamur yaitu flukunazol sehingga adanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi strategi untuk kebijakan pengobatan ke depan.

Infeksi Candida albicans tidak hanya dapat menyerang penderita HIV saja tetapi juga pasien non-HIV. Namun, infeksi jamur itu memang lebih sering menyerang pasien yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

“Infeksi jamur Candida juga dapat menyerang pasien non-HIV, namun penelitian ini lebih fokus pada pasien HIV karena infeksinya sering ditemukan di pasien HIV. Infeksi ini sering menyerang seseorang yang kekebalan tubuhnya menurun, termasuk pasien HIV,” jelas Yeva.

Penelitian ini bukanlah hal yang singkat tetapi memakan waktu hingga tiga tahun. Mekanisme resistensi terhadap flukunazol terhadap infeksi jamur Candida terjadi karena 2 hal yaitu karena overekspresi dan mutasi gen. Mutasi, target obat berubah sehingga menyebabkan obat tidak bisa masuk.

“Namun kalau overeskpresi terdapat dua kemungkinan yakni enzim target jumlahnya banyak sehingga ketika diberi flukunazol ada yang tidak dapat dimatikan. Kemungkinan yang kedua, overekspresi pompa explode yakni obat masuk dalam sel namun keluar lagi sehingga belum sempat kontak dengan target obat,” lanjut Yeva.

Wanita kelahiran 20 Juni 1968 itu mengaku bahwa penelitian tentang mekanisme yang ia lakukan sudah banyak dilakukan.

“Penelitian seperti ini di negara lain sudah ada, namun mekanismenya berbeda di setiap negara, tergantung dari penggunaan flukunazol sebagai terapi profilaksi dan empiriknya. Mekanisme resistensi pemakaian di setiap negara berbeda sehingga walau menggunakan metode yang sama, optimalisasinya juga berbeda,” jelasnya.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Yeva, bidang medis di tanah air kini sudah mengetahui mekanisme resistensi di Indonesia, apakah diperankan oleh overeskpresi atau mutasi. Berdasarkan penelitiannya, mekanisme di Indonesia disebabkan oleh overeskpresi sehingga penggunaan flukunazol masing bisa digunakan.

“ Ada dua cara untuk menangani presistensi yaitu dengan cara menaikkan dosis obat atau cara yang kedua adalah mengentikan obat untuk sementara lalu menekan overeskpresi ditekan sehingga tubuh menjadi sensitif lagi saat diberi obat tersebut.”

Yeva Si Doktor Jamur Dari UI was last modified: June 13th, 2013 by

Gallery of Yeva Si Doktor Jamur Dari UI